Masih adakah waktu untuk-Nya?

7 Komentar

Medina-Print-C10292656

Sehari ada 24 jam. Lalu berapa persen dari total waktu ini yang khusus aku persembahkan untuk Allah?

Ah, ini sebenarnya sebuah tanya untuk diri sendiri. Kadang aku merasa sok sibuk banget dengan kehidupanku di bumi. Sampai-sampai tidak ada lagi waktu untuk menghayati dan mendalami kebesaran Allah.

Terlampau banyak keajaibanmu.
Terlalu sedikit syukur ini membalasnya.

Pagi yang indah.
Mentari yang merekah.
Udara yang sejuk.

Si buta yang pergi solat berjamaah.
Si buta yang ke sekolah.
Si pincang yang menjual pulsa.
Si buntung yang menjadi tukang parkir.
Si pemulung yang bangun pagi.

Ah rindu aku dengan syukur.

Aku punya tepat berteduh.
Sarapan enak.
Makan siang teratur.
Ada uang buat susu.
Kendaraan yang penuh berkah.

Ah alasan apa lagi yang akan kupakai.
Cukup sudah dengan semua ini.

Ya Allah tuhanku, ampuni aku.
Mohon perkenaanMu atas hidupku.

Dunia Akhirat.

Amin.

Note:

Ditulis untuk mengingatkan diri sendiri. Syukur-syukur bisa memberi manfaat untuk yang lain. Amin.

Image from Art

Bagaimana cara mengukur paras seorang muslimah?

41 Komentar

normal baby muslimah

How sweet is this muslimah?

Sebelum masuk ke inti tulisan ini, aku intro dulu soal pecahnya rekor 3GWeek lagi ya. Sebentar kok ….

Hari sabtu ini senang rasanya, pekerjaan untuk 3GWeek alhamdulillah sudah selesai semua; 15 tulisan dalam satu minggu. Sungguh satu minggu yang penuh dengan suka cita dan sedikit duka lara. Kemarin kamis, blog bertema cell phone yang aku telah bekerja di dalamnya semenjak Maret 2008 ini berhasil mencatatkan rekor untuk namanya sendiri. Ya, 2036 kunjungan dan page views sejumlah 2817. Mantap!

Eh belum habis kebahagiaanku dengan rekor ini, ternyata Allah sudah menimpaliku lagi dengan kebahagiaan yang sama persis. Keesokan harinya atau hari Jum’at kemarin tidak tanggung-tanggung, page views 3GWeek bukan di angka 2000-an tapi sudah mencapai 3312! Sementara jumlah visit mencapai 2526. Subhanallah, lagi-lagi rekor. Terima kasih ya Allah.

Oke cukup! Sekarang kita akan masuk ke inti dari judul tulisanku kali ini …. kalau masih kurang dengan statistik bisa lihat sepuas-puasnya di sitemeternya 3GWeek.

Mengukur paras seorang muslimah

Mungkin di antara anda ada yang sering bertanya, “Bagaimana ya cara mengukur kecantikan paras seorang muslimah?”. Nah lho, pernahkah bertanya perihal yang sama. Kalau iya, baguslah karena anda dan saya berarti sama. Semenjak usia SMA, ketika hormon pujangga saya sedang dalam puncak everest-nya, saya sunggu tertantang untuk menjawab pertanyaan ini. Bukan karena saya menginginkan gelar atau sebutan khusus – macam filsuf seperti yang sering diberikan oleh teman saya yang satu ini, tapi lebih karena memang ada dorongan besar dalam hati saya untuk mengungkap rahasia ini.

Wahai Wim Permana, bisakah kita (khususnya seorang muslim) mengukur paras atau kecantikan seorang muslimah?

Jawabannya ……

Ya kita bisa!

Tapi bagaimana?

Paremeter Kecantikan atau Paras Muslimah

Untuk mengukur sesuatu dibutuhkan parameter. Jelas! Ini sebenarnya sudah merupakan common knowledge yang hampir semua orang sudah mengetahuinya. Sebagai contoh, untuk mengukur ketinggian, manusia tentu dengan mudah akan mentahbiskan objek tertinggi dari pemukaanlah yang akan disebut sebagai “tinggi” sementara yang lain “kurang tinggi“. Dalam bahasa Fisika atau tukang bangunan, hal ini disederhanakan dengan istilah “meteran“. Ha .. ha … ha …

Nah yang menarik di sini, kecantikan atau paras muslimah bukan lah sesuatu yang “mutlak” atau “absolutely neutral” layaknya “meteran” atau “ketinggian” tadi. Tidak, tentu tidak! Kecantikan atau paras muslimah, seperti yang acap kita dengar dari para pria maupun wanita merupakan sesuatu yang “relatif“. Sekali lagi saya ulangi, “relatif“. Kata unik ini yang sama sekali tidak berhubungan dengan teori relativitas einstein ini telah membuat kita, umat manusia sendiri sering bingung dan pusing tujuh keliling. Ayo mengaku sajalah. Anda pasti sering telibat beda pendapat dengan teman anda jika sudah masuk ke kata ini bukan?

Oke untuk segera mengakhiri penderitaan anda di sini, ada baiknya bila saya utarakan secara langsung saja apa parameter yang ditunggu-tunggu ini.

Sebuah Jawaban untuk Retorika lama

Bismillah, dengan mengawalinya dengan nama Allah, saya yakin bahwa kecantikan seorang muslimah bisa diukur dengan Tasbih! Ya, serius nih, tasbih atau ucapan/lafaz “Subhanallah” bisa anda gunakan sebagai alat pengukur betapa cantik, manis, atau mempesona seorang muslimah di mata (baik mata biasa maupun mata hati) anda.

Tapi bagaimana cara menggunakannya?

Laiknya meteran yang mempunyai “technical how-to“, tasbih juga punya yang begitu-begituan. Oke begini. Ketika anda melihat seorang muslimah yang menurut anda manis dan mempesona, besar kemungkinan anda akan langsung melantunkan kalimat yang suci ini bukan? Kecuali kalau anda sudah kehilangan “fitrah” di hati tentunya. Pertanyaan saya sekarang, berapa banyak tasbih – baik sengaja atau tidak sengaja – yang telah anda lafazkan – baik itu di dalam hati maupun melalui lisan anda – ketika melihat atau mengingat seorang muslimah. Nah di sinilah intinya:

Semakin banyak tasbih yang terhambur dari anda – entah itu melalui hati maupun lisan – maka semakin cantik pula seorang muslimah di mata anda.

Dengan ilmu matematika praktis khas buku-buku dengan judul “Mari berhitung untuk SD Kelas 2″, kita bisa membuatnya dengan formula demikian.

Diketahui:

Seorang Muslim melihat dua orang Muslimah yang berjalan dihadapannya. Muslimah A dengan kekuatan 1000 tasbih dan Muslimah B dengan kekuatan 500 tasbih.

Pertanyaan:

Siapa yang lebih cantik diantara keduanya menurut muslim itu?

Jawab:

Karena 1000 tasbih > 500 tasbih ini berarti bahwa Muslimah A insyaallah lebih cantik ketimbang Muslimah B.

Yap. demikianlah bahasa matematikanya. Saya harap anda bisa mengerti, tapi kalau anda masih saja tidak mengerti ya sudah. Saya akan mendoakan agar Allah memberikan anda kelapangan hati dan ketenangan jiwa di alam sana. Amin ya robbal ‘alamin.

Ayo lanjut lagi dong bacanya ….. masih ada tuh.

Lagi

Alhamdulillah 3GWeek mencetak rekor lagi!

14 Komentar

3gweek record

Statistik 3GWeek minggu ini berdasarkan perhitungan sitemeter.com

Alhamdulillah wa syukurillah, setelah sekian lama rekor 3GWeek berada pada titik 1.976 visit dan 2.646 page view, akhirnya kemarin atau tepatnya 10 Juli 2008 rekor itu pecah. Ya, blog berbahasa inggris milik orang Indonesia ini (Budi Putra ) akhirnya mendapatkan pengunjung sebanyak 2036 dan page views sejumlah 2817. Allahuakbar!

Apa Penyebabnya?

Sama seperti rekor awal pada tanggal 11 Juni 2008 yag disebabkan oleh dahsyatnya pencarian netter akan kata kunci “3G iPhone review“, rekor kali ini pun demikian adanya. Perlu diketahui bahwa hari ini atau Jum’at, 11 Juli 2008 adalah hari 3G iPhone dijual untuk pertama kalinya di beberapa belahan dunia secara serentak.

Mungkin karena itulah, salah satu post di 3GWeek yang berjudul “3G iPhone Reveiw” mendapat Spike dari Google untuk kata kunci “3G iPhone review” atau “iPhone 3G review“. Untuk kata kunci pertama, 3GWeek menempatkan tulisannya di posisi pertama mengungguli blog-blog atau media besar lain seperti CNet, Gizmodo, maupun Engadget. Sementara untuk yang kata kunci yang kedua duduk di posisi kelima. Silahkan cek sendiri di Google untuk melihat perubahan dan perkembangan yang terjadi.

3gweek record2

Perbandingan statistik 3GWeek pada 11 Juni ’08 dengan 10 Juli 2008.

Hikmah yang bisa diambil

Sederhana saja, melihat apa yang sudah terjadi selama ini, saya yakin bahwa SEO (Search Engine Optimization) adalah suatu hal yang sangat penting dalam dunia blogging, setelah kualitas dan frekuensi konten tentunya. Jika blog anda ingin mendapatkan traffic dalam jumlah yang besar maka sudah sepantasnya lah anda membuat tulisan yang bersifat “ramah SEO” atau “SEO-friendly “.

Kenapa demikian? Hal ini karena para pembaca setia anda bukanlah orang yang mau membaca sebuah konten yang sama berulang-ulang. Memangnya anda sendiri mau? Tentu tidak bukan? Harus ada orang lain selain pembaca setia anda untuk menaikkan tingkat lalu lintas kunjungan di blog anda. Dalam hal ini, calon pembaca terbanyak dan paling potensial adalah mereka yang menggunakan search engine, baik Google atau Yahoo!, untuk mencari sesuatu yang memang sedang ingin mereka baca atau ketahui.

Note:

Spike adalah istilah untuk menyebut suatu keadaan dimana satu tulisan menerima jumlah kunjungan yang fantastis – dibandingkan dengan tulisan – yang lain melalui mesin pencari.

Akhirnya datang juga!

5 Komentar

Dont-Quit-Print-C10079736

Habis wisuda jangan malah berhenti ….. ini baru permulaan!

Alhamdulillah wa syukurillah, pengumuman yang ditunggu-tunggu datang juga. Setelah sekian lama menunggu, sekarang secarik kertas itu telah tertempel dengan jelas di Kampus MIPA Utara. Isi pengumumannya kurang lebih begini:

“Kepada mahasiswa yang ingin wisuda pada bulan Agustus 2008 silahkan mengambil formulir atau entri data di bagian kemahasiswaan dengan membawa fotokopi STTB SMA.”

Nah Wim, berarti ini buatmu kan? Ayo tunggu apa lagi. Ntar kelewatan lagi lho. Insyaallah nggak lah. Jangan lagi kalau bisa. Kali ini aku sengaja menunggu sampai besok pagi mengingat gaji dari 3GWeek mungkin baru datang besok. Bukankah kalau mau mengikuti wisuda harus membayar uang sejumlah Rp 300.000,00. Hei, kira-kira sudah naik belum ya? Semoga saja nggak naik. Kalau naik berarti bakal lebih sedikit lagi cadangan uangku untuk bulan ini.

Tapi ya sudahlah, toh Allah lagi-lagi membuktikan, pas aku lagi bener-bener butuh pas uangnya baru ada. Ha .. ha … ha … alhamdulillah.

Positive …… couldn’t afford all of it!

Tinggalkan Komentar

I-Am-Poster-C12195187

Hayoo … temen-temen udah punya yang mana?

Tadi pas browsing ke art.com ada gambar yang bagus. temen-temen mungkin ingin melihat dan memasangnya.

Perseverance-Cliffhanger-Print-C10007533

Ayo Wim, bertahanlah…. kamu bisa!Peanuts-Never-Ever-EVER-Give-Up-Print-C12205001

Ah yang bener aja tuh ….

Image courtesy of Art

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.