Posted by: Wim Permana on: Agustus 12, 2008

Bismillah.
Hmm, gara-gara postinganku yang berjudul “Skripsi S1 Ilmu Komputer tanpa coding“, saya jadi kedatangan tamu-tamu yang senasib. He .. he .. alhamdulillah. Tulisan ini khusus saya persembahkan untuk orang-orang yang senasib dengan saya. Yang tidak senasib ya sudah, semoga menghibur dan bisa diambil hikmahnya.
Sampai saat ini, sudah ada dua orang yang bertanya dan meminta saya untuk memberi lebih penjelasan yang banyak terkait topik-topik skripsi untuk anak ilmu komputer yang nggak ada kodingnya. Wah .. wah .. sebenarnya ini normal nggak ya? Masalahnya setahuku semua anak ilkomp itu emang wajib bisa koding. Pada umumnya emang begitu kok. Tapi ya sudahlah, mungkin sebaiknya anda membaca ini dulu. Bnetar dulu, apakah ini sama hanlnya dengan anak Kedokteran Umum (KU) yang ga bisa suntik-menyuntik.

Sedikit Renungan
Tapi alhamdulillah, ternyata tidak juga. Kalau ditilik lebih dalam. Ternyata dunia ilmu komputer masih luas. Luas dalam artian bahwa ada beberapa subjek di dalamnya ternyata masih bisa dieksplore lebih dalam tanpa membutuhkan ilmu pemrograman. Contohnya apa? Ya skripsi saya ini yang berjudul “Implementasi WordPress sebagai blogging software pendukung student-centered learning“.
Sebelum saya memutuskan untuk mengambil, membuat dan meneliti topik ini, jujur saya akui bahwa saya memang membutuhkan sebuah topik yang bisa saya kaji tanpa harus ada pemrograman di dalamnya. Alasan saya sebenarnya sangat sederhana tapi juga mulia. Lha kok bisa? Ya iyalah. Karena jika saya mengambil topik-topik yang ada pemrogramannya maka akan ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi pada saya. Berikut beberapa diantaranya:
Oke, itu dia beberapa kemungkinan (sangat buruk) yang akan terjadi jika saya memaksakan diri untuk mengikuti patron yang sudah berlangsung dan hidup sekian lama dalam lingkungan ilkomp UGM. Kalau ga percaya silahkan saja ke ruang arsip perpustakaan MIPA yang agak sedikit classic (habis malu kalau bilang kuno. he .. he .. he …) itu. Di dalamnya bekumpul (kadang disertai debu juga lho) ratusan skripsi dengan topik yang berisi pemrograman. Entah itu yang menganalisis suatu teori dalam ilmu pemorgraman (yang juga sudah agak jarang dikerjakan) ataupun yang fokus pada pembuatan sebuah program (yang buanyaknya bukan main).

Topik-topik skripsi tanpa koding atau programming atau pemrograman (demi SEO saya tuliskan semuanya ya. ha .. ha …)
langsung saja. Berikut ini adalah beberapa tema/topik dalam dunia ilmu komputer yang bisa disajikan tanpa koding. Sekali lagi, ini adalah versi saya sendiri. Mungkin dosen pembimbing atau profesor anda lebih paham akan isu ini. Catat dan tolong ingat, ini bukan judul skripsi lo. Ini cuma semacam rumusan atau de-ide saja. Silahkan dieksplore sendiri kalau berminat.
Social Media
Ha … ha … untuk kasus ketiga saya mau lanjut di paragraf baru deh. So, skripsi anda nanti ujung-ujungnya adalah untuk melihat tingkat persentase nepotisme di suatu kantor. Lucu kan? Iya tapi ini serius lho. Kalau anda bisa menyelesaikannya insyaallah anda akan ditarik oleh Antashari Azhar beserta kroni-kroninya di KPK. Langung, macam PMDK mungkin. Ha … ha .. ha .. ketawa lagi.

Ups, tapi anda jangan marah dulu ya. Tidak semua PNS adalah buah dari nepotisme. Pun jika di dalam sebuah institusi terdapat jalinan keluarga diantara sesama pegawai. Patut dicatat bahwa yang dinamakan nepotisme di sini adalah hilangnya hak calon pegawai lain yang lebih unggul dan tidak punya koneksi kekeluargaan dengan orang dalam karena calon pegawai yang tidak lebih unggul tapi punya koneksi kekeluargaan dengan orang dalam. Ssttt.. baca baik-baik ya biar tidak terjadi kesalahpahaman.
Oke deh. Demikianlah tulisan saya kali ini. Kalau anda punya pendapat mengenai ini mohon beri komentar ya. Sekali lagi, kalau anda memang terbukti tidak bisa pemrograman maka sebaiknya anda berusaha mencari topik yang tidak ada kodingnya. Demi kebaikan anda sendiri. Dan ingat, bukannya saya merendahkan kekuatan keyakinan seorang manusia, termasuk dalam hal “belajar pemrograman sampai bisa“. Hanya saja, jika waktunya sudah mepet, apakah anda masih mau bersusah payah untuk belajar ilmu yang anda tidak sukai pahami (pemrograman) demi sebuah skripsi yang sebenarnya bisa dikerjakan dengan tema-tema lain? Hayooo … jawab sendiri ya.
Alhamdulillah.
mau kayak aku aja? TA pake flahlite.. huhuhu.. coding actionscriptnya cuman se iprit itupun mas ghulam yang bikin.. haha dan coding di webnya cuman satu file php itupun mas fajri yang bikin, dan abis lulus rasanya segerrrr… lho…
Pun jika di dalam sebuah institusi terdapat jalinan keluarga diantara sesama pegawai. Patut dicatat bahwa yang dinamakan nepotisme di sini adalah hilangnya hak calon pegawai lain yang lebih unggul dan tidak punya koneksi kekeluargaan dengan orang dalam karena calon pegawai yang tidak lebih unggul tapi punya koneksi kekeluargaan dengan orang dalam…
dueng2… kayaknya ada yang abis daftar jadi pns nih.. hohoho
Assalaamu’alaikum
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai (mengutip ucapannya Pak Nur waktu presentasi proposal) penelitian kita jadi penelitian sosial. Apa itu penelitian sosial? Yaaa… Kagak MIPA banget. Misalnya, ujug-ujug kok jadi membandingkan kebiasaan /perilaku user waktu berinteraksi dengan UI tertentu. Ini udah enggak masuk itungan anak ikom.
Menurutku, berkualitas enggaknya sebuah tugas akhir juga dipengaruhi oleh dosen pembimbingnya. Biasanya ada dosen yang “ah, udahlah… Acc saja” tanpa mau koreksi (mungkin karena sibuk kebanyakan proyek), akibatnya skripsi kita enggak S1 banget, alias kelas 2. Dan boleh jadi, itu juga karena dosen yang bersangkutan waktu dulu buat undergraduate thesis dan thesis buat S2nya, juga enggak mutu2 amat. *saya ga nyebut dosen tertentu loo…*
Koding itu pengertiannya gimana tuh? Kalo artinya = “bikin aplikasi” mungkin bener. Tapi kalo koding = “nyecript”, kayaknya salah asuhan, eh salah kaprah deh… Soalnya kalo enggak nyecript, tugas akhir kita bisa2 ditjap orang sebagai sebuah jawaban dari soal ujian akhir mata kuliah Pancasila: panjang, membosankan, dan banyak bualan…
Cuma pendapat saya saja… B-)
Mungkin ada yang tertarik dengan ide ini, kaitannya dengan knowledge management.
Apakah anda pernah memperhatikan kecenderungan posting di dalam blog yang sudah lama, biasanya jarang lagi diakses kecuali jika muncul di jajaran atas search engine. Hal ini menurut saya yang membuat orang sering kali menulis topik yang sudah pernah ada (karena nyari di search engine ampe halaman ke 10 ga ada, akhirnya mencari2 di tempat lain dan malah menulis sendiri). Jika content/postingan blog diibaratkan suatu knowledge(sebagian postingan blog sangat layak disebut sebagai sebuah knowledge), maka dapat dikatakan bahwa penyimpanan knowledge dalam bentuk blog menjadi tidak efektif(dalam konteks reusable)
Berbeda dengan model wiki, meski tulisan lama, knowledge yang disimpan dalam media semacam wiki, memiliki life time yang lebih lama, meskipun traffic aksesnya tidak terlalu besar, alias dikit tapi konstan
Secara sekilas(asumsi saya), content yang disimpan di dalam blog, akan mengalami traffic akses yang tinggi(jika populer) dan akan menurun cukup drastis seiring waktu dan tumpukan posting2 yang lebih baru
Sedangkan content yang disimpan di dalam wiki, meski jarang mengalami lonjakan traffic, namun wiki lebih konsisten dalam memberikan aksesibilitas suatu knowledge (dengan kata kunci tertentu, konten lama(diukur dari waktu penulisan) di dalam wiki cenderung lebih mudah ditemukan daripada konten yg di simpan di dalam blog)
Saya belum benar2 melakukan penelitian, itu hanya asumsi saya, mungkin ada yang tertarik untuk menjadikan topik skripsi dan membuktikan kebenaran hipotesis saya?
;s.h.l.
@Sahal: Untuk blog vs wiki, bisakah keduanya diperbandingkan? Blog umumnya mengomentari hal” yg aktual dan kadang pembacanya pun terkomunitas, sehingga setiap ada postingan baru, teman” dlm komunitas itu lgsung menyerbu. Lalu semakin lama konten itu akan menjadi usang, terganti oleh topik yg lebih baru. Berbeda dgn wiki (jika diasumsikan wikipedia adl contohnya), yg memang ditujukan utk menyimpan informasi yg tdk akan usang. Jadi meski itu topik yg menarik, menurut saya blog dan wiki adl dua hal yg tdk bisa diperbandingkan (setidaknya di dalam konteks ini). – salam
emang yang mentjap sebagai sebuah jawaban dari soal ujian akhir matakuliah Pancasila siapa??
Orang2 yang tema skripsinya bukan penelitian sosial…
@bee-sing : Yang saya maksudkan adalah perbandingan dalam konteks blog dan wiki sebagai media penyimpan knowledge, yaitu tulisan yang bisa dijadikan suatu referensi. Alasan saya mengusulkan perbandingan ini, karena saya sering menemui tulisan dari para pakar yang layak dijadikan referensi(tidak usang waktu) yang disimpan dalam media blog
Orang2 yang tema skripsinya bukan penelitian sosial…
nyambung ga sih ini? kita ngomongin skripsi ilkom kan? kenapa orang yang skripsinya bukan penelitian sosial ada di ilkom? peduli amat.
perasaan mu aja kaliiii, hohoho… ataw jangan2 kamu sendiri yang mentjap, orang laen engga kaleee
coding apaan ntuh? gak ngerti
bicara soal skripsi.. aq jadi takut.. padahal semester depan udah ambil skripsi tapi sampe saat ini masih bingung mau bikin apa..
bingung disini bukan karena banayk pilihan tapi karena ga tau musti ngapain…
(maklum aq ini anak ilkom cacat jadi tau deh)
ga jelas.. gmn ya.. enaknya bikin apa ne?
waduh mas ini….
sesama mahasiswa-ilmu-komputer-yang-gak-jago-koding (baca: gak bisa ngoding), saya jadi ikut takut juga nih…apalagi habis baca blog ini…jadi tambah takut aja….
gimana nasib skripsiku yah…?????
Assalamualikum Broooo………..
Gw jadi serem juga neyyyyy
Coz sekarang gue juga gi bikin skripsi….
Lo tau ga gw juga paling serem nyang namanya koding……ampe hari ini pun gw belum paham tuhhhhh…..
selain dua tema diatas lo masih punya kaga referensi lainnya????
sebetulnya gw pengen banget bikin skripsi tentang Data Mart or Data Mining, tapi setelah gw jalanin ampe hari pun gw belum dapat tuh datanya……
lo tau ga padahal gw udah usaha nyari data tuh udah setahun nyang lalu…. tapi ampe hari ini kaga ada nyang ngasih gwwwwwwwwwwww
please please please please help me ….
kalo lo masih punya tema-tema laen tolong reply ke email gue duuuuuunxxxxxxxxxxxxxxxxxxx….
thaxs A lot brooooo
Wassalamualaikum Wr. Wb.
1 | ryan
Agustus 12, 2008 pada 2:50 am
tulisanya bagus wim, agak menyindir anak-anak ikomp yang gak bisa coding(termasuk saya)
tapi ada satu alternatif lain buat anak-anak ilkom yang gak bisa coding yaitu mereka bisa bikin skripsi dengan bantuan framework, jadi kita tidak coding dari awal, hanya menambahkan beberapa baris kode atau beberapa kelas untuk menyelesaikan program skripsi kita.
“Sedikit coding, banyak berfikir dan teruslah belajar”