Bung Tomo; beliau mungkin sudah benar-benar merdeka di sana…
Ya Allah ya rabb,
Aku belum merdeka,
Aku masih sering minta duit orang tua
Aku juga belum merdeka
Aku belum optimal dalam berusaha
Aku belum merdeka
Masih saja tidak merdeka-merdeka
Lha wong masih cari-cari kerja kok
Aku belum merdeka
Belum puas dengan prestasi yang sudah-sudah
Aku merasa jauh dari merdeka
Mau nelpon keluarga saja mahalnya wah-wah-wah
Aku belum merdeka
Sampahku masih berkeliaran di mana-mana
Jujur aku belum merdeka
Lha wong diajak nikah saja aku belum berani bilang “ya”
Lagi,
Aku belum merdeka
Dan sampai kapan pun aku tidak akan merdeka
Karna merdeka itu berarti mati
Lalu masuk surga
Selain itu
Ah, aku akan selalu meragukannya …..
Note:
Puisi ini ditulis oleh orang yang masih belum merdeka. Itu saja.



Agro Rachmatullah
Agu 17, 2008 @ 08:39:21
Puisi yang menarik. Hanya saja…
“Aku belum merdeka
Belum puas dengan prestasi yang sudah-sudah”
Menurutku itu malah sesuatu yang sangat baik. Ketidakpuasan bagiku adalah arang api untuk memacu seseorang agar berusaha menjadi lebih baik.
Tapi sebaliknya, puas dengan prestasi yang ada juga menurutku sesuatu yang baik, karena memberikan umpan balik positif agar berkarya lebih lanjut.
Jadi a healthy dose of both
…
uwiuw
Agu 18, 2008 @ 17:25:51
kamu inget puisi ini ndak :
aku ingin merdeka
bahkan dari ida
itu puisi chairil anwar yg mirip puisi kamu kalau kita ini pada dasarnya ngak bisa bener2 merdeka. cuma bisa berhalusinasi kalau tangan kita tidak dirantai tanggung jawab
Demokrasi Kentut? Tergantung pemimpin …. « Wim Permana – Indonesia
Apr 05, 2010 @ 01:56:41