Posted by: Wim Permana on: Oktober 20, 2008
Menulis pakai tangan sudah jadi hal yang asing bagi saya. Kalau kamu?
Ha .. ha … ha … boleh percaya boleh tidak, untuk pertama kalinya seorang Wim Permana akhirnya harus menulis surat lamaran juga. Bukan, bukan karena saya tidak ingin menjadi seorang pegawai. Bukan itu yang menjadi inti tulisan saya hari ini.
Yang menjadi topik utama hari ini adalah bahwa menulis surat lamaran menggunakan tangan sendiri memang benar-benar sulit. Sungguh saya tidak menyangka. Tampaknya kemampuan menulis saya dengan tangan sudah sangat menurun jika dibandingkan ketika saya masih duduk di bangku SD, SMP atau SMA. Tulisan tangan saya sekarang memang banyak “geraknya”. Ada condong ke kiri, ke kanan, menyempit, menggembung, mengotak, me …. duh pokoknya tidak enak dilihat deh.
Akibat Komputer dan Word Processing
Maklum saja, semenjak saya masuk ke perguruan tinggi, jurusan Ilmu Komputer lagi. Menulis dengan tangan adalah aktivitas langka nan “asing”. Mungkin kalau tidak ada paksaan dari dosen atau instansi terkait yang meminta, selama lima tahun kuliah itulah saya bakal tidak akan pernah menulis dengan tangan. Lucu memang, tapi itulah kenyataannya.
Melamar Apa sih memangnya? Serius Banget?
Kebetulan saya sangat tertarik untuk menjadi seorang PNS di sebuah instansi besar bernama BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Nah di dalam salah satu persyaratannya, sang pelamar diwajibkan untuk menulis surat lamaran dengan tangannya sendiri. Selain surat lamaran, CV juga kudu diisi dengan tulisan tangan dan harus berupa huruf kapital atau balok. Beeeee …. (bayangin changcutter).
Kalau teman-teman tertarik untuk mendaftar, baca di sini saja:
http://cpns.bpk.go.id/
Oke deh, semoga sukses kalau begitu. Saling mendoakan ya.
hare gene gk bisa nulis
pleas dch……..
1 | Amir Karimuddin
Oktober 20, 2008 pada 5:31 pm
Apa kabar blogger?