Posted by: Wim Permana on: Nopember 26, 2008

Ponsel full touch screen pertama besutan RIM, Blackberry Storm, tampaknya kurang mendapat sambutan yang hangat di negeri Paman Sam. Khususnya jika kita menilik dari hasil review salah satu media terkemuka di US, NY Times.
Di koran NY Times versi online, jurnalis kawakan David Pogue menyebut Blackberry Storm sebagai “Blackberry Dud”. Wow, terdengar kasar bukan? Bagi yang kurang tahu apa itu arti “dud”, nih saya kasih bocoran.
dud:
a thing that is useless, especially because it does not work correctly:
taken from Oxford Advanced Learner’s Dictionary
Tidak hanya layarnya bung!
Pogue menyebutkan bahwa fitur touch screen yang ditawarkan Storm sebagai alasan utama kenapa ia sampai mengganti kata Storm dengan Dud. Bagi Pogue, kemampuan Storm untuk mengenali (sekaligus membagi) dua jenis/tipe sentuhan menjadi light and full touch justru membuat si hitam tampak tidak konsisten.
Baca selengkapnya di Gadnix
Jika anda tertarik dengan berita-berita atau opini seputar gadget dan teknologi seperti ini, silahkan berlangganan rss feed dari Gadnix. Gratis!
1 | vinie
Februari 17, 2009 pada 2:17 am
saya agak sedikit ga ngerti maksudnya kesusahan bb storm untuk membedakan sentuhan dan tekanan pada layarnya ya?efeknya yg terjadi apa?karena saya sanget tertarik dgn bb storm…thanks alot