Polisi Indonesia Polisi yang “Seikhlasnya”


Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaikum wr. wb.

lambang polri

Sebelumnya saya sering berpikir bahwa semua polisi itu suka memalak masyarakat. Tapi pagi ini atau tepatnya sekitar pukul 9.30 WIB saya sudah membuktikan bahwa saya memang salah. Tidak semua polisi itu suka memalak. Itulah yang benar.

Kalau tidak percaya mohon habiskan tulisan saya ini.

Pengalaman saya membuat surat kehilangan di pos polisi depan …..

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sendiri, polisi yang sedang tugas jaga akan meminta sejumlah uang ketika anda meminta untuk dibuatkan surat kehilangan. Jumlah uangnya sih memang tidak ditentukan. Biasanya Pak polisinya sering bilang, “Ya seikhlasnya Mas……”

Pernah saya merespon permintaan itu dengan uang seribu rupiah. Eh ternyata pak polisinya menolak. Dia membalas, “Ya mbok jangan segitulah mas …”. Singkat kata, kalau tidak salah akhirnya saya mengeluarkan uang Rp 5000 dari kantong/dompet saya. Bisa kurang atau lebih dari itu tapi yang jelas pak polisinya tidak mau kalau cuma seribu. He…he…he…. bukannya tadi bilang seikhlasnya?

Pengalaman saya membuat SKCK di Polres Bantul

Nah kalau ini benar-benar terbuka alias sudah rahasia umum. Ketika hendak membuat SKCK di Polres Bantul, jangan harap bisa pulang dengan SKCK gratis. Ternyata ada biayanya. Hmm, setidaknya itulah pengalaman yang saya pernah dapati di sana.

Berapa biayanya? Ya sama, “Seikhlasnya…”. Tapi kali ini agak beda. Saya tidak perlu bertanya nominal karena tinggal meniru apa yang sudah dilakukan oleh pembuat-pembuat SKCK sebelum saya. Ya karena rata-rata pembuat SKCK memberi uang sekitar lima ribu sampai dengan sepuluh ribu. Akhirnya saya juga ikut-ikutan.

Saya hanya bisa geleng-geleng hati (soalnya kalau geleng-geleng kepala bakal aneh dan diurigai) melihat ini semua. Apakah memang benar-benar ada biaya-biaya seikhlasnya seperti itu. Adakah perdanya? Adakah tata tertibnya? Kalau tidak ada, berarti biaya-biaya itu sama saja dengan …… (isilah titik-titik di samping ini dengan jawaban yang seikhlasnya juga)

Pengalaman saya membuat surat kehilangan di Poltabes Jogja

Alhamdulillah, di poltabes Jogja saya selamat. Untuk membuat surat kehilangan, saya cukup menyerahkan KTP saya. Plus jawaban seputar data diri dan soal barang yang hilang. Habis itu ya sudah. Pak polisi langsung mencetak semua data. lalu memberi cap. Dan …… akhirnya….. “ini Mas surat kehilangannya”

“Oh terima kasih ya pak” balas saya. Sebenarnya hati saya masih bimbang, jangan-jangan bakal dimintai biaya “seikhlasnya” lagi nih seperti dua pengalaman di atas. Eh alhamdulillah ternyata tidak. Saya tinggal ambil surat itu lalu pergi.

Selesai.

Kesimpulannya adalah bahwa memang tidak semua polisi atau polres/polsek/poltabes sama. Ada yang suka memalak dengan kata-kata “seikhlasnya” maupun terang-terangan. Tapi ada juga yang memang profesional dengan tugas dan janji baktinya.

Wahai Pak polisi, terima kasih ya.

Sekian. Wassalamu’alaikum wr. wb.

gambar

Sekilas tentang penulis blog ini

Wim Permana adalah lulusan S1 Ilmu Komputer UGM tahun 2008. Tertarik dengan dunia Web 2.0, SEO, gadget, startup, entrepreneurship, blogging, twitter, dan social network. Saat ini bekerja sebagai paid blogger di blog teknologi. Di luar itu, Wim tetaplah seorang biker dan pujangga yang ingin sekali menulis dan menerbitkan novel yang sudah lama ada di kepalanya. Oh ya, ia juga bisa disebut sebagai the unofficial Indonesia BPMN evangelist .

About these ads

61 comments

    1. Sering Ar. Udah lebih dari dua kali dompetku yang berisi kartu2 saktiku hilang. maklumlah saya orangnya kadang teledor di jalan. Moga2 aja nggak kejadian lagi. (semoga atm kemarin yang terakhir ya).

      Amin.

  1. saya juga sering kehilangan ktm saya yang ta’titipin di rental tapi ndak ta’ambil2 :lol: jadinya ya sering juga menyumbang seikhlasnya buat habis itu sekedar ngambil kartu ujian di pengajaran sampe dengan pas mau pendadaran

    1. Wah hati2 bro. Ntar di tangkep Kapolri baru tahu rasa lho. hehehehe. Lagian biasanya ga semua polisi kan kayak gitu. Kita harus legowo dengan variatifnya para aparat. Meskipun berat juga menerimanya.

  2. kalau baca ketiga contoh diatas, berarti polisi yang ada di contoh terakhir, itu oknum polisi. artinya, yang nggak malak itu yang oknum.

  3. hmm.. setau saya sih, belakangan ini Polisi udah mulai bebenah. jadi ga ada lagi yang namanya mungut bayaran. kalopun ada bayaran, itu mereka jelasin kenapa harus ada bayaran. jadi, ga lagi pake kata2 ‘seikhlasnya’.. seriusan deh

    1. Yoa. Setuju Bill. Memang mereka sudah berbenah. jadi wajar kalau masih ada yang belum ikutan membenahi diri. perlu waktu memang untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Kalau kita mau, kita pasti bisa. Iya gak nih :)

  4. dulu pas perpanjang SKCK saya juga dimintai uang lelah, katanya 15 ribu, tetapi malah nego, akhire saya kasih 10 ribu. ternyata pake nego juga, kayak di pasar. he3x

  5. ya sebetulnya jika kita mau membicarakan masalah kejelekan tentang institusi negara..coba kita liat kiri dan kanan : mana ada sih institusi kita yang bener-bener kerja 100% memuaskan rakyat indonesia?? yang ada pasti ujung2nya duit, coba liat pelayanan KTP, coba liat pelayanan perpajakan, coba liat pelayanan keimigrasian dan coba liat pelayanan-pelayanan laen?? ada yg memuaskankah?? NONSENSE!! cuma pertanyaan disini kenapa kebanyakan di media kritik terbesar adalah terhadap POLRI jawabannya karena POLRI adalah garis depan pelayanan thdp masyarakat diantara institusi2 pemerintah yg laennya, jadi wajar aja klu POLRI sering dikritik, pdhl klu dibanding2 dgn institusi pemerintah yg laennya di liat gajinya coba deh tanyakan sendiri, jadi kesimpulannya adalah bahwa memang tidak semua institusi pemerintah di negeri kita bagus. Ada yang suka memalak dengan kata-kata “seikhlasnya” maupun terang-terangan. Tapi ada juga institusi pemerintah yang memang profesional dengan tugas dan janji baktinya. thnks

    1. Ya setuju untuk tizar, saya rasa semuanya memang sudah terbiasa begitu. Btw, gimana kalau kita kupas aja di blog masing2. Lumayan buat nambah pengetahuan yang membaca. Iya nggak?

  6. Hmm…masalah kya gini udah mengurat akar sir…so susah u/ dbrantas tp bisa…

    Dan, spertinya saat ni dah mulai berkurang tuh yg bilang seikhlasnya…

    Cuma skarang masalahnya sebagian dari kalangan masyarakat kita dah terbiasa dengan sistem KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) karena alasannya BIAR CEPET KELAR URUSAN…

    Nah klo kya gini gmn dunk….??? :-/ mohon pencerahannya sir

    1. BIAR CEPET KELAR URUSAN kan bagus no, tapi apakah harus selalu pakai uang pelicin. Harusnya kan nggak. Kalau aparat itu mau, semua pelayanan publik memang harusnya berprinsip seperti itu. Betul ga nih jeng eno?

  7. di negara kita ini budaya “seikhlasnya” itu sudah tidak dapat dihilangkan, di mana2 ada. meski sudah dicantumkan tarif resminya, tapi tetap saja ada “tambahannya” dg kalimat sakti tadi itu; “seikhlasnya”… so, daripada menggerutu dan tetap kehilangan uang, lebih baik benar2 ikhlas memberinya, hehe… :)

    saya juga punya cerita tentang “seikhlasnya” dari polisi ini, sila kunjungi: http://surauinyiak.wordpress.com/2008/12/26/debat-dengan-polisi/

  8. saya punya pengalaman sebenarnya. saya diberhentiin lagi polisi operasi. SIM saya baru habis tiga hari. saya ngak ada duit cuma ada seribu perak saja. saya bilang gak ada duit. die lihat saya buka dompet cuma punya serebu. akhirnya polisi “ikhlas” lepasain saya. Alhamdulillah.

  9. Mana ada ‘seiklasnya’ arti nya seribu perak,
    emang ngasih penjaga toilet apa. Hahaha..
    Ya begitu lah, kalo orang ga ada hati nurani.
    Kita ngelapor kehilangan karena kita kehilangan
    arti nya abis kena bencana!
    TApi masih aja dimintai duit, gila aje emang tuh.. :p

    Ya begitulah. ada yang baik dan ada yang buruk. semoga yang buruk bisa berkurang ya..

  10. Saya jadi ingat sewaktu saya menerabas lampu merah, uang yang saya selipkan di balik STNK dan SIM ditolak karena kurang banyak katanya …

    Akhirnya saya katakan bahwa hanya itu yang saya punya, jadi tilang saja pak …. dan akhirnya lagi pak polisi mengambil uang yang sedikit itu sambil berkata “sedikit yang penting ikhlas kan mbak”

    Gubrakkk !!

  11. kayaknya yang kayak gitu2 tuh ga cuma polisi deh, di kantor2 pemerintahan mana aja sama aja tuh kalo mau minta surat apa2 , diputer2in dulu kayak gasing, buntut2nya minta duit juga.
    Tapi ya kita harap maklum aja , lha wong rakyat cuma mau mbayar para pamongnya dengan bayaran yang kecil setiap bulannya, ya wajar aja kalo akhirnya rakyat yang kebanyakan pura2 miskin tapi butuh pamong akhirnya dipalak sama pamongnya…..mbayar sitik koq njaluk selamet tho mas..mas…hahaha…

  12. wah wah wah….

    tapi masih buanyak kok polisi yang baik…

    itu kan hanya oknum aja

    mungkin karena kesejahteraan Polisi indonesia masih kurang
    jadi pada ky gitu..

    coba bandingkan gaji Polisi Indonesia dengan Polisi Asia…??

    jauh buanget kan….???

    kasian yach POLRI…

    Hidup Polri…!!!

  13. bener mas..
    tu cuma oknum ja..
    gak smua polisi gitu..
    walaupun saya sendiri benci ma polisi..
    pi saya salut ma polisi yang masih mau jujur dan bakti kepada tugasnya..

    mungkin si polisi kurang tuh ngomongnya..
    maksudnya “Seikhlasnya Tapi Yang Banyak”..
    hehe..
    ^_^

  14. Mas ga semua polisi kyk gitu, mereka begitu karena buat beli tinta print komputer, buat beli kertas yang akhirnya jadi surat kehilangan mas. Mereka dapat uang dari mana untuk beli itu semua? apa dari negara? Ga mas ? apa dari malak? Ga juga mas …. mereka beli ATK ( alat tulis kantor ) dari uang yang kata masnya ” seikhlasnya saja ” apa mas tega liat polisi ga bisa buat surat kehilangan hanya gara2 ATK habis ga punya dana untuk membeli ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s