Posted by: Wim Permana on: Januari 5, 2009
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaikum wr. wb.

Sebelumnya saya sering berpikir bahwa semua polisi itu suka memalak masyarakat. Tapi pagi ini atau tepatnya sekitar pukul 9.30 WIB saya sudah membuktikan bahwa saya memang salah. Tidak semua polisi itu suka memalak. Itulah yang benar.
Kalau tidak percaya mohon habiskan tulisan saya ini.
Pengalaman saya membuat surat kehilangan di pos polisi depan …..
Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sendiri, polisi yang sedang tugas jaga akan meminta sejumlah uang ketika anda meminta untuk dibuatkan surat kehilangan. Jumlah uangnya sih memang tidak ditentukan. Biasanya Pak polisinya sering bilang, “Ya seikhlasnya Mas……”
Pernah saya merespon permintaan itu dengan uang seribu rupiah. Eh ternyata pak polisinya menolak. Dia membalas, “Ya mbok jangan segitulah mas …”. Singkat kata, kalau tidak salah akhirnya saya mengeluarkan uang Rp 5000 dari kantong/dompet saya. Bisa kurang atau lebih dari itu tapi yang jelas pak polisinya tidak mau kalau cuma seribu. He…he…he…. bukannya tadi bilang seikhlasnya?
Pengalaman saya membuat SKCK di Polres Bantul
Nah kalau ini benar-benar terbuka alias sudah rahasia umum. Ketika hendak membuat SKCK di Polres Bantul, jangan harap bisa pulang dengan SKCK gratis. Ternyata ada biayanya. Hmm, setidaknya itulah pengalaman yang saya pernah dapati di sana.
Berapa biayanya? Ya sama, “Seikhlasnya…”. Tapi kali ini agak beda. Saya tidak perlu bertanya nominal karena tinggal meniru apa yang sudah dilakukan oleh pembuat-pembuat SKCK sebelum saya. Ya karena rata-rata pembuat SKCK memberi uang sekitar lima ribu sampai dengan sepuluh ribu. Akhirnya saya juga ikut-ikutan.
Saya hanya bisa geleng-geleng hati (soalnya kalau geleng-geleng kepala bakal aneh dan diurigai) melihat ini semua. Apakah memang benar-benar ada biaya-biaya seikhlasnya seperti itu. Adakah perdanya? Adakah tata tertibnya? Kalau tidak ada, berarti biaya-biaya itu sama saja dengan …… (isilah titik-titik di samping ini dengan jawaban yang seikhlasnya juga)
Pengalaman saya membuat surat kehilangan di Poltabes Jogja
Alhamdulillah, di poltabes Jogja saya selamat. Untuk membuat surat kehilangan, saya cukup menyerahkan KTP saya. Plus jawaban seputar data diri dan soal barang yang hilang. Habis itu ya sudah. Pak polisi langsung mencetak semua data. lalu memberi cap. Dan …… akhirnya….. “ini Mas surat kehilangannya”
“Oh terima kasih ya pak” balas saya. Sebenarnya hati saya masih bimbang, jangan-jangan bakal dimintai biaya “seikhlasnya” lagi nih seperti dua pengalaman di atas. Eh alhamdulillah ternyata tidak. Saya tinggal ambil surat itu lalu pergi.
Selesai.
Kesimpulannya adalah bahwa memang tidak semua polisi atau polres/polsek/poltabes sama. Ada yang suka memalak dengan kata-kata “seikhlasnya” maupun terang-terangan. Tapi ada juga yang memang profesional dengan tugas dan janji baktinya.
Wahai Pak polisi, terima kasih ya.
Sekian. Wassalamu’alaikum wr. wb.
Sekilas tentang penulis blog ini
Wim Permana adalah lulusan S1 Ilmu Komputer UGM tahun 2008. Tertarik dengan dunia Web 2.0, SEO, gadget, startup, entrepreneurship, blogging, twitter, dan social network. Saat ini bekerja sebagai paid blogger di blog teknologi. Di luar itu, Wim tetaplah seorang biker dan pujangga yang ingin sekali menulis dan menerbitkan novel yang sudah lama ada di kepalanya. Oh ya, ia juga bisa disebut sebagai the unofficial Indonesia BPMN evangelist .
gimana klo pas diminta seikhlas adanya selembar 50rb-an gimana??
Sering kehilangan to, Mas?
Saat malak lain kali minta kwitansinya…pasti tuh polis nggak mau bikin kwitansi malak ya kan…
Saat dipalak lain kali minta kwitansinya…pasti tuh polis nggak mau bikin kwitansi malak ya kan…
kalo mau gratisan kawin ama anak kapolri aja bro… kan lumayan ngirit 5 ribu hehehe
kalau baca ketiga contoh diatas, berarti polisi yang ada di contoh terakhir, itu oknum polisi. artinya, yang nggak malak itu yang oknum.
nah, dari tiga cerita diatas ada dua yang “seikhlasnya” artinya masih banyak yang perlu di “bersihkan” oleh pak KAPOLRI!!!!
JIANCOK IKU PULISI NE…
dulu pas perpanjang SKCK saya juga dimintai uang lelah, katanya 15 ribu, tetapi malah nego, akhire saya kasih 10 ribu. ternyata pake nego juga, kayak di pasar. he3x
ya sebetulnya jika kita mau membicarakan masalah kejelekan tentang institusi negara..coba kita liat kiri dan kanan : mana ada sih institusi kita yang bener-bener kerja 100% memuaskan rakyat indonesia?? yang ada pasti ujung2nya duit, coba liat pelayanan KTP, coba liat pelayanan perpajakan, coba liat pelayanan keimigrasian dan coba liat pelayanan-pelayanan laen?? ada yg memuaskankah?? NONSENSE!! cuma pertanyaan disini kenapa kebanyakan di media kritik terbesar adalah terhadap POLRI jawabannya karena POLRI adalah garis depan pelayanan thdp masyarakat diantara institusi2 pemerintah yg laennya, jadi wajar aja klu POLRI sering dikritik, pdhl klu dibanding2 dgn institusi pemerintah yg laennya di liat gajinya coba deh tanyakan sendiri, jadi kesimpulannya adalah bahwa memang tidak semua institusi pemerintah di negeri kita bagus. Ada yang suka memalak dengan kata-kata “seikhlasnya” maupun terang-terangan. Tapi ada juga institusi pemerintah yang memang profesional dengan tugas dan janji baktinya. thnks
Sudahlah ikhlaskan saja, awas lho ada polisi yang ikut nulis komen.
tapi kalau semua polisi anti suap..
kek nya kita juga susah..soal nya kita2 juga banyak yg jalan ga pake sim..ga pake stnk..langgar lampu merah.. gitu kan?..
Semampunya, Klo ga mampu ga boleh ilang or bikin skck…
hehehe
itu kan cuma bahasa halus aja….
heheh..
saya punya pengalaman sebenarnya. saya diberhentiin lagi polisi operasi. SIM saya baru habis tiga hari. saya ngak ada duit cuma ada seribu perak saja. saya bilang gak ada duit. die lihat saya buka dompet cuma punya serebu. akhirnya polisi “ikhlas” lepasain saya. Alhamdulillah.
maklum aja…dan mohon dimengerti….gaji dan penghasilan polisi kecil…bripda cuma 2,5 juta.
kayaknya yang kayak gitu2 tuh ga cuma polisi deh, di kantor2 pemerintahan mana aja sama aja tuh kalo mau minta surat apa2 , diputer2in dulu kayak gasing, buntut2nya minta duit juga.
Tapi ya kita harap maklum aja , lha wong rakyat cuma mau mbayar para pamongnya dengan bayaran yang kecil setiap bulannya, ya wajar aja kalo akhirnya rakyat yang kebanyakan pura2 miskin tapi butuh pamong akhirnya dipalak sama pamongnya…..mbayar sitik koq njaluk selamet tho mas..mas…hahaha…
wah wah wah….
tapi masih buanyak kok polisi yang baik…
itu kan hanya oknum aja
mungkin karena kesejahteraan Polisi indonesia masih kurang
jadi pada ky gitu..
coba bandingkan gaji Polisi Indonesia dengan Polisi Asia…??
jauh buanget kan….???
kasian yach POLRI…
Hidup Polri…!!!
bener mas..
tu cuma oknum ja..
gak smua polisi gitu..
walaupun saya sendiri benci ma polisi..
pi saya salut ma polisi yang masih mau jujur dan bakti kepada tugasnya..
mungkin si polisi kurang tuh ngomongnya..
maksudnya “Seikhlasnya Tapi Yang Banyak”..
hehe..
^_^
Wah… Pas beruntung…..
masuk polisi aja bisa ratusan juta, wajar donk kalau polisi begitu
1 | yaliyajilbaber
Januari 5, 2009 pada 5:17 am
“seikhlasnya” bagi pak polisi tuh artinya sebanyaknya, heheh…
Wim Permana
Januari 5, 2009 pada 6:03 am
Ya begitulah Lia. Tapi insyaallah ga semuanya kok. Masih banyak juga yang bersih dan profesional.