Posted by: Wim Permana on: Juli 7, 2009

Ramai dan penuh misteri …. seperti gambar ini
Rabu, 8 Juli 2009 mulai pukul 08.00 WIB s.d. 13.00 WIB, sekali lagi, bangsa Indonesia yang tercinta akan melakukan hajatan besar; Pemilu Presiden. Seminggu sebelum pemilu dimulai, gonjang-ganjing masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) sempat dipaksa naik ke permukaan oleh dua kubu penantang sang incumbent, JK-WIN dan Mega-Pro.
Alhamdulillah, untungnya KPU dan Mahkamah Agung cepat merespon. Walhasil, alih-alih harus tercantum dalam DPT, kini warga negara yang punya hak pilih cukup menyerahkan KTP plus Kartu Keluarga saja untuk melakukan proses pencontrengan calon presiden pilihan masing-masing. Cukup mudah memang, tapi tentunya tidak semudah proses pemilihan presiden (Pilpres) pada tahun 2019.
Pemilihan Presiden 2019
Sepuluh tahun setelah esok nan bersejarah, bangsa Indonesia mungkin akan punya melodrama lain. Di era itu, kita dan orang tua kita – juga anak atau cucu – sudah tidak mau lagi bersusah payah mengurusi isu-isu klasik macam validitas DPT, lokasi TPS, kepemilikan KTP, volume kertas surat suara, jenis tinta, atau bahkan contreng vs coblos. Dude, grow up …….

Si Michael Jackson yang hendak memilih
Pada hari H Pilpres Indonesia tahun 2019, Jacko bangun dari tempat tidurnya. Sebagai muslim, fokus utamanya adalah mendirikan solat subuh secara berjamaah (bukannya PEMILU). Setelah salam, wirid dan berdoa kepada Allah SWT, Michael pun mulai bergegas mengangkat lengannya. Sambil berjalan ringan menuju rumahnya, pemuda yang lahir pada tanggal 8 Juli 2002 ini – 17 tahun yang lalu – mendekatkan arloji digital yang melingkar di lengannya ke mulutnya. Dan suaranya pun mulai meluncur. Tenang tapi jelas.
—— action —–
{Suara Michael Jackson bercetak miring. Suara mesin bercetak tegak dan tebal}
—— Cut ——-

Si hacker yang gigit jari
Sebelum dan atau setelah data itu masuk ke database Pilpres 2019 milik KPU di Jakarta, hacker bekerja keras untuk menembus blokade keamanan situs KPU. Segala cara dicoba. Semua usaha dikerahkan. Seluruh taktik dipraktikkan. Pokoknya apapun itu, kalau input ke sistem KPU hanya berasal dari keyboard (angka, huruf, karakter, kode, dll), suara, gambar, video, cahaya, atau apapun itu. Sekali lagi, APAPUN ITU selama hanya berasal dari objek yang datang dari luar maka sistem KPU ini tidak akan bisa ditembus. Why?
Protokol Rahasia
Sejak tanggal 8 Juli 2009 sampai 8 Juli 2017, tim IT dari KPU yang terdiri dari 10 profesor berbagai disiplin ilmu; ilmu komputer, matematika, psikologi, fisika, statistika, kimia, robotika, filsafat, biologi, dan sastra berkumpul untuk merumuskan sebuah protokol baru. Baru dalam artian yang benar-benar baru. Sebuah protokol yang mempunyai standar protokol terluar laiknya HTTP tapi masih punya ujung terluar yang sama sekali tidak menyerupai HTTP. Walhasil, KPU mempunyai sistem yang fleksibel laiknya web tapi tidak bisa ditembus oleh teknik yang sudah sering atau bahkan baru akan dipakai untuk menembus protokol web itu sendiri.
Quick Count Pilpres 2019
Beberapa orang di sebuah ruangan database KPU setia menanti sambil terus memantau satu monitor raksasa di hadapan mereka dengan serius. Pekerjaan mereka hanyalah melihat dan melihat, kandidat mana yang menduduki peringkat atas daftar perolehan suara Pilpres 2019. Hasil dari monitor ini disebarkan ke seantero Indonesia dan dunia secara langsung (live). Mereka adalah teknisi hardware, software engineer, wartawan, blogger, politikus wakil dari keempat capres, dan tentu saja, seorang novelis (coba tebak siapa dia).

Petugas TPS Pilpres 2019, kalaulah masih diperlukan
Kembali ke Michael Jackson
Masih di hari yang sama. Jam sudah mengarah ke pukul 23.00 WIB. Sebuah malam yang indah. Ada bulan bersinar benderang. Sebagian Indonesia lenyap tertidur. Sebagian lagi menangis sedih. Lainnya menangis haru, capres pilihannya secara sah memenangkan Pemilihan Presiden Indonesia periode 2019 – 2024.
Tapi Michael Jackson tidak termasuk ketiganya. Dia adalah satu-satunya orang Indonesia yang tegang dan bingung pada malam itu. Karena mau tidak mau, siap tidak siap, Michael Jackson sudah harus menyiapkan semua strategi untuk meningkatkan taraf hidup manusia Indonesia. Target konkretnya adalah untuk mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai negara termaju di dunia hanya dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Agak gila memang, tapi tidak masalah. Toh MJ masih sangat muda. Masih punya banyak waktu untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.
Catatan penulis:
cerita (post) ini ditulis untuk mengenang sekaligus membayangkan apa yang sudah dan bisa terjadi dari semua hal besar yang terjadi hari ini, 7 dan 8 Juli 2009. Dua hari ini bertepatan dengan berlangsungnya pemakaman Michael Jackson yang kontroversial dan pelaksanaan Pemilu Presiden 2009.
Penulis bisa dihubungi via email (wimkhan at gmail dot com) atau HP di (081328351154). Kalau kerepotan dengan keduanya, silahkan tinggalkan komentar langsung di blog ini. My facebook and twitter. Terima kasih …. love Allah and Indonesia.
Albeo theme by Design Disease
1 | cah_solo
Juli 9, 2009 pada 3:00 am
Si Michael Jackson yang hendak memilih
Pada hari H Pilpres Indonesia tahun 2019, Jacko bangun dari tempat tidurnya. Sebagai muslim, fokus utamanya adalah mendirikan solat subuh secara berjamaah (bukannya PEMILU). Setelah salam, wirid dan berdoa kepada Allah SWT, Michael pun mulai bergegas mengangkat lengannya. Sambil berjalan ringan menuju rumahnya, pemuda yang lahir pada tanggal 8 Juli 2009 ini – 17 tahun yang lalu – mendekatkan arloji digital yang melingkar di lengannya ke mulutnya. Dan suaranya pun mulai meluncur. Tenang tapi jelas.
coment: 10 tahun yang lalu…..kaleee !
Wim Permana
Juli 9, 2009 pada 3:37 am
@cah solo, hahahaha… iya ya ya … ya allah. sori salah. maklum, aku nulisnya pas jam 1.30 an malam. so ga fokus. langsung kuedit ya… thanks banget lo.