Bismillahirrahmaanirrahiim…

Beristighfar 70 kali dalam sehari adalah salah satu amalan Rasulullah SAW yang sangat populer. Betul ga bro? Namun sayang, tampaknya banyak di antara kita yang belum mampu mengamalkannya – gua mungkin termasuk ke dalamnya. Susahnya mencapai angka 70 kemungkinan besar terjadi karena seorang muslim atau muslimah baru akan beristighfar ketika hendak tidur. Jadi wajar saja jika seorang muslim atau muslimah sudah terkapar alias qoit dulu meski jumlah istighfar belumlah sampai ke angka 70. Duh sayangnya…
Jadi bagaimana menyiasatinya? Ternyata mudah sekali bro. Dan semoga Allas SWT juga memudahkan kita semua untuk mengamalkan trik ini. Insyaallah. Berikut trik agar mudah beristighfar sebanyak 70 kali dalam sehari. Watch out bro ….
1. Kerjakan sholat fardhu yang lima secara berjamaah di Masjid
Kenapa? Pokoknya karena ajib aja. Hehehe … nih baca hadis-hadis di bawah:
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apa pendapat kalian bila ada sungai di depan pintu rumah seorang di antara kalian dan ia mandi setiap hari di sana sebanyak lima kali. Apakah masih ada kotoran tersisa? Para sahabat menjawab: Tidak akan tersisa sedikit pun. Beliau bersabda: Begitulah perumpamaan salat lima waktu, dengan salat Allah akan menghapus segala kesalahan. (Shahih Muslim No.1071)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Barang siapa yang pergi siang atau malam hari ke mesjid, niscaya Allah akan menyediakan baginya di surga suatu tempat singgah setiap ia pergi pagi atau malam. (Shahih Muslim No.1073)
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Salat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari salat sendiri. (Shahih Muslim No.1038)
Nih amal pahalanya kayaknya bejibun banget bro. Apalagi kalau kamu bisa mengkavling shaf depan yang ada di masjid. Wuzzz, pokoknya pahalanya sangat wah.
Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,
“Seandainya manusia mengetahui pahala azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu. Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat, niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak.”
Twitter
Facebook
RSS

Para Komentator