Rembulan Putihku


wahai rembulan yang memikat
di balik malam hitam nan pekat

dengan kerudung putihmu engkau merindang
menyulam bumi penuh cemerlang

sambil tiduran aku saksikan

di atas ilalang tinggi ini aku pastikan
… bahwa engkau …

*

terlampau tinggi untuk kuraih
terlalu jauh untuk kusauh

tapi aku sudah jatuh
tak pasrah aku lalu berlalu

aku ingin bersilaturrahmi
ingin
ingin sekali

*

 

aku pejam dua mata ini

biar lepas jiwa pergi
kunjungi kamu barang sekali

 

sambutlah aku duhai sayang

tetaplah di situ jangan terbang melayang

ups,

ke mana engkau menghilang?

*

sekejap mata ini membuka
rembulanku malah sedang tiduran

di sampingku ia sekarang
ia tersenyum, berbalik dan tersipu malu

alhamdulillah aku senang

06.39 AM
Sabtu
16 Juni 2007
R A Y E AR T H®

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

2 thoughts on “Rembulan Putihku”

  1. Wah, aneh gimana Chiel. hmm, kayaknya si chiel jarang menganalisis puisi. oke deh, aku terima puisiku ini sebagai puisi aneh. tapi, kalau mau jujur, puisi ini sebenarnya sederhana sekali chiel. kamu harus menikmati dulu ketika membacanya, kemudian, coba bayangkan kalau kamulah si penulis puisi itu. nah, setelah itu baru kamu bisa mengatakan “status” puisiku ini.
    It is simple, definitely, can you feel it …..
    Btw, gimana rencana IT Magz mo jalan2. jadi gak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s