Organisasi File untuk Halaman Web di dalam Server: Off-line dan On-line


oleh: Fuad Dwi Rizki dan Wim Permana

ABSTRAK

Sampai dengan detik ini, umat manusia sudah dijejali oleh lebih dari miliaran halaman web yang beredar dan tersebar di seantero server yang ada di seluruh dunia. Dengan jumlah yang sebanyak itu dan ditambah lagi dengan tambahan halaman-halaman baru setiap hari, menit, bahkan setiap detik, membuat ilmu dan informasi mengenai tata cara pengorganisasisan file di dalam server menjadi sesuatu yang sangat penting. Tidak hanya bagi seorang web administrator, tetapi juga bagi khalayak penikmat internet semuanya. Pengetahuan tentang organisasi file ini diharapkan akan memberikan pemahaman lebih lanjut kepada user tentang bagaimana file tersebut disimpan dan dirawat di dalam server.

Kata kunci: file, halaman web, server, apache.

I. Pendahuluan

Pada awal kemunculannya, web site (situs web) merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk menyajikan informasi berbasis text (teks) dengan konsep hyperlink yang menggunakan kaidah-kaidah HTML (Hyper Text Markup Language). Konsep ini terbukti mampu memudahkan user (pengguna) komputer untuk melakukan penelusuran terhadap informasi yang diinginkannya. Pada tahun-tahun berikutnya, aplikasi browser yang berfungsi sebagai interface (antarmuka) hasil eksekusi HTML seperti Netscape Navigator dan Internet Explorer, tidak hanya mampu memuat dan menampilkan informasi dalam format text saja, tapi juga dapat mengkombinasikan format file gambar (.JPG, .GIF), suara (.mp3, WAV), video (.MOV) juga animasi (.SWF). Umumnya, user yang terpesona dengan kemampuan browser dalam melakukan hal ini juga akan bertanya-tanya mengenai letak (lokasi) halaman web yang sering ia lihat tersebut. Di dalam server, disitulah letak halaman web tersebut berada.

Paper ini akan memberikan penjelasan mengenai organisasi halaman web di sisi server, baik on-line (ketika anda sedang berada dalam jaringan internet), maupun off-line (ketika sedang tidak aktif dalam jaringan internet). Adapun file server yang digunakan adalah Apache. Alasan utama menggunakan Apache adalah karena harga dan lisensinya yang gratis, portabilitas (bisa digunakan di berbagai platform), kestabilan, kecepatan, dan banyaknya pertolongan dari komunitas.

II. Pembahasan

II.a. File

Secara teknis, file merupakan sesuatu yang terdiri dari kumpulan record (rekaman)yang berformat sama. Ini adalah penjelasan yang berasal dari Alan L. Tharp dalam bukunya “File Organization and Processing” terbitan tahun 1988. Namun untuk paper ini, yang dimaksud dengan file adalah halaman-halaman yang berekstensi .html, .htm, atau .mht yang dapat mengandung format file lain seperti .mp3, .swf, .jpg, dsb.

II.b. Halaman Web

Web Page atau halaman web merupakan file berekstensi .html dan sejenis yang sedang ditampilkan oleh browser pengguna. Di dalam browser inilah kita dapat melihat berbagai jenis format file yang berbeda-beda ditampilkan dan dijalankan secara serentak. Contoh seperti ini akan lazim ditemui pada situs-situs yang menggunakan Macromedia Flash sebagai aplikasi pembuatnya. Meskipun banyak juga situs yang tidak dibangun di atas Flash mampu melakukannya.

II.c. Server

Server adalah sebuah mesin atau hardware yang berfugsi sebagai tempat penyimpanan halaman-halaman web tersebut. Sistem operasi yang menggerakkan laju server ini akan mempengaruhi kinerja sekaligus menentukan bentuk pengorganisasian yang akan dilakukan terhadap file-file tersebut. Dalam kasus ini, sistem operasi yang akan digunakan adalah UNIX OS untuk organisasi on-line dan Ms Windows NT untuk organisasi off-line.

II.d. Apache

Apache merupakan program aplikasi yang berfungsi untuk menerima permintaan halaman web, yang kemudian akan mengirimkan halaman web tersebut jika dan hanya jika halaman tersebut berada tepat di lokasi yang telah ditentukan oleh user ketika mencoba untuk memanggilnya.

II.e. Direktori penyimpanan di dalam UNIX

Direktori merupakan nama lain dari folder. Di dalam direktori inilah file-file yang berada di komputer seorang user akan disimpan. Dalam satu komputer bisa terdapat lebih dari satu direktori tentunya. Khusus untuk UNIX, seorang pengguna umumnya akan langsung memiliki sebuah accout yang sesuai dengan nama yang ia inputkan tentunya. Misalnya, “usr/home/wim”, “usr/home/fuad” atau bisa juga hanya dengan satu induk direktori, contohnya, “/home/wim” atau “/home/fuad”.

Direktori tempat semua file-file yang akan anda tampilkan sebagai halaman web berada di dalam folder “public_html”. Direktori ini dapat juga diisi dengan direktori tambahan seperti direktori “image”, “cgi_bin”, dll.

Ketika seorang pengguna meminta halaman web dari situs kita, maka pengguna akan mengetikkan teks berikut ini;

http://namasituskita.com/~wim
http://www.situskita.com/~fuad

Simbol “~” berarti “home directory of …” (dalam kasus ini, bisa wim atau fuad). Patut diperhatikan bahwa “namasituskita.com” tidak tergolong case sensitive sehingga tidak menjadi persoalan jika pengguna ingin memanggil halaman web tersebut dengan “NAMASITUSKITA.COM” misalnya. Namun sebaliknya, untuk teks setelahnya harus ditulis dengan sama seperti keadaan sebenarnya. Hal ini terjadi karena UNIX menerapkan prinsip “case sensitive” dalam penulisan nama direktori. Setelah pengguna menginput teks di atas kemudian mengeksekusinya di dalam jendela browser dengan menekan tombol enter, server HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) secara otomatis akan men-generate “~wim” hingga menjadi “/usr/home/wim/”, kemudian barulah mengirimkan file “index.html” kepada browser.

Di dalam browser tersebut, akan tampil teks berikut dengan lengkap;

/usr/home/wim/public_html/index.html

Jika di dalam direktori tersebut tidak ada file dengan ekstensi “index.html”

maka server (dengan catatan sang server administrator telah menyiapkannya terlebih dahulu) akan mengirimkan file dengan nama “index.htm”. Namun jika server administrator tidak menyiapkannya, maka browser akan menampilkan daftar direktori situs kita yang berada dalam server tersebut. Sebenarnya hal ini bisa dicegah dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan cara membuat sebuah file .html yang kosong (tidak ada isinya) dengan nama “index.html” atau “index.htm”.

Demi keamanan, lagi-lagi, seorang server administrator yang cerdik akan membuat nama direktori “public_html” anda dengan nama yang lain atau bahkan dengan cara menempatkannya ke dalam mesin server yang lain.

Satu lagi masalah yang patut diperhatikan oleh pemilik situs adalah mengenai nama domain. Seorang pemilik domain harus memastikan agar halaman webnya dapat dipanggil dengan ataupun tanpa awalan “www”. Jadi, situs yang dipanggil dengan nama “www.yahoo.com” adalah sama dengan “yahoo.com”. Sebenarnya, “www” sebagai kependekan dari (World Wide Web) bukanlah bagian dari nama domain itu sendiri.

II.f. Direktori penyimpanan dalam Windows

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh seorang web administrator ketika merawat content (isi) situsnya adalah ketika menghadapi masalah link yang rusak (broken link). Untuk mengatasinya, seorang web administrator disarankan untuk melakukan pekerjaan ini di komputer yang sedang off-line saja. Karena memang akan lebih menguntungkan, baik dari sisi keamanan, maupun keuangan. Berikut ini adalah metode untuk merawat isi situs yang telah kita buat di dalam sistem berplatform windows.

Sebagai langkah awal, seorang web administrator sebaiknya memastikan bahwa ia hanya akan menggunakan satu ekstensi file saja. Terserah, apakah itu .html atau .htm, yang jelas, pastikan bahwa semua file akan sesuai dengan ekstensi file “index”. Jadi, gunakanlah ekstensi .html untuk semua halaman web jika file “index”-nya berekstensi . Html.
Untuk mengorganisasi file-file anda di platform windows, seorang web administrator cukup membuat direktori atau folder dengan struktur sebagai berikut;

c:\web (untuk file-file temporer yang ada kaitan dengan halaman web)
c:\web\files (file-file content (isi) dari situs)
c:\web\files\pix (file-file gambar, suara, animasi, video, dsb)
c:\web\admin (file-file script seperti buku tamu, hit counter, polling, dsb)

Sebagai catatan, struktur di atas bukanlah sesuatu yang wajib, namun disarankan. Terlebih bagi para web administrator yang bekerja dengan ratusan atau ribuan file yang terdiri dari berbagai macam format.

III. Kesimpulan

  1. Nama file yang akan menjadi halaman utama (home page) sebuah web site haruslah index.htm atau index.html.
  2. Ekstensi file-file halaman web yang digunakan harus sesuai dengan ekstensi halaman index.
  3. Pemilik domain harus memastikan agar nama domain miliknya dapat dipanggil dengan atau tanpa awalan “www”.
  4. Nama direktori tempat penyimpanan file-file halaman web dapat diubah dengan nama lainnya maupun dipindahkan ke mesin lainnya demi keamanan.
  5. Untuk memudahkan proses perawatan (maintenance) sebuah situs, seorang web administrator sebaiknya memisahkan letak file-file situsnya (.html atau .htm) dengan file-file jenis lainnya.
  6. Proses perawatan sebuah web site akan lebih efisien dan menguntungkan baik dari sisi keamanan maupun keuangan jika dilakukan pada saat sistem sedang off-line.

IV. Daftar Pustaka

  1. Purwanto, Yudhi, 2001, Pemrograman Web dengan PHP, Elex Media Computindo.
  2. Sidik, Betha, 2004, Pemrograman Web dengan PHP, Penerbit Informatika.
  3. Tharp, Alan L., 1988, File Organization and Processing, John Wiley & Sons.
  4. Unknown, 2004, “File Organization for Web Pages”, http ://jnocook. Net/web/files. htm, 14 Desember 2005.

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

4 thoughts on “Organisasi File untuk Halaman Web di dalam Server: Off-line dan On-line”

  1. Apakah nama file halaman utama harus selalu index.htm atau index.html? AFAIK di apache kita bisa menentukan sendiri nama yang akan kita gunakan sebagai halaman utama. Seperti di IIS, yang digunakan sebagai halaman utama bisa default.html. Atau kita bisa saja membuat file halaman utama menjadi main.html (CMIIW)

  2. assalamu’alaikum
    melihat catatan2 mas wim, kyknya mas wim pengen nikah ya, lia doain mudah2an mas wim pengen nikah, btw,aq pengen bgt diskusi ttg islam dgn mas wim,thanx

  3. Iya …. iya … Lia kok tahu aja😉

    Oh ya, ngomong2 ini Lia yang mana ya? Kok aku lupa. Kita sudah kenalan belum. Aku udah add kamu di YM ku. Ntar kita bisa diskusi dengan YM.

    Thanks ya.

  4. Wa’alaikum salam.

    Iya …. iya … Lia kok tahu aja😉

    Oh ya, ngomong2 ini Lia yang mana ya? Kok aku lupa. Kita sudah kenalan belum. Aku udah add kamu di YM ku. Ntar kita bisa diskusi dengan YM.

    Thanks ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s