Sistem Informasi Penanganan dan Penanggulangan Bencana Alam – LAPiS


Disusun Oleh:

Sahal A.Z.
Wim Permana

Tim
Kuliah Kerja Nyata
Badan Informasi Daerah Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada
2006

Abstrak

Gempa bumi dahsyat yang telah menimpa wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya telah menyisakan kisah sedih untuk bangsa kita. Lebih dari 4000 jiwa wafat. Ribuan lainnya terluka. Tidak hanya itu, infrastruktur fisik milik masyarakat maupun pemerintah daerah juga banyak yang rusak dan roboh. Semua warga masyarakat, baik itu korban atau pun yang bukan, dikejar rasa keingintahuan yang besar terhadap peristiwa ini. Khususnya mengenai data dan informasi pasca bencana. Peliknya, masyarakat maupun pihak yang memerlukan justru menjadi bingung ketika ingin mencari data atau informasi yang lengkap dan akurat. Atas dasar inilah LAPiS kemudian dilahirkan.

Kata Kunci: sistem informasi, open source, plugin, internet, GIS, CakePHP

1. Pendahuluan

Gempa bumi dahsyat yang telah menimpa wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya telah menyisakan kisah sedih untuk bangsa kita. Lebih dari 4000 jiwa wafat. Ribuan lainnya terluka. Tidak hanya itu, infrastruktur fisik milik masyarakat maupun pemerintah daerah juga banyak yang rusak dan roboh. Semua warga masyarakat, baik itu korban atau pun yang bukan, dikejar rasa keingintahuan yang besar terhadap peristiwa ini. Khususnya mengenai data dan informasi pasca bencana. Peliknya, masyarakat maupun pihak yang memerlukan justru menjadi bingung ketika ingin mencari data atau informasi yang lengkap dan akurat. Atas dasar inilah LAPiS kemudian dilahirkan.

LAPiS Project merupakan sebuah proyek open source yang dikerjakan oleh Mahasiswa KKN Tematik UGM BID 2006 dengan tema “Optimalisasi Teknologi Informasi Masyarakat Yogyakarta”. Proyek ini merupakan kerjasama antara mahasiswa KKN dengan Badan Informasi Daerah (BID) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada di Kelurahan Keparakan Kecamatan Mergangsang Kodya Yogyakarta.

2. Latar Belakang

Proyek ini terbentuk atas prakarsa Bidang Layanan Teknologi Informasi yang merupakan bagian dari Badan Informasi Daerah Provinsi DI Yogyakarta dengan Mahasiswa KKN Tematik UGM 2006. Tujuan utamanya adalah membuat sebuah data center untuk wilayah Provinsi DI Yogyakarta.

Keberadaan data center akan digunakan untuk mengintegrasikan semua data dari berbagai instansi di wilayah provinsi. Integrasi ini akan memberikan manfaat lebih, baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah. Ke depan, manfaat data center ini diharapkan agar mampu memberikan peningkatan kinerja dan pelayanan pemerintah daerah kepada warganya.

Proyek ini sebenarnya sudah direncanakan semenjak Februari 2006 dan akan dilaksanakan mulai akhir Juni 2006 selama kurang lebih 2 bulan. Namun, peristiwa gempa bumi hebat pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengguncang wilayah Yogyakarta membuat perencanaan yang sudah cukup matang menjadi terhambat. Keadaan ini membuat kami selaku pihak pengembang melakukan penyesuaian dan perencanaan ulang secara teknis.

Akhirnya, setelah melalui beberapa kali pertemuan yang sangat singkat antara kedua belah pihak. Kami (mahasiswa) dengan pihak BID menyepakati untuk membuat sebuah sistem informasi yang dapat memantau (monitoring) kondisi pasca bencana gempa dengan konsep yang hampir sama dengan data center. Sistem ini berfungsi untuk mengintegrasikan data dari berbagai daerah dan atau instansi. Data yang sudah terkumpul tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dan ditindaklanjuti untuk kebutuhan sistem pendukung keputusan.

Pada awal Juli 2006, proyek ini dimulai dengan kurun waktu kerja selama 2 bulan. Tempo kerja ini sesuai dengan jadwal KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang ditentukan oleh LPM UGM (Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada). Pada minggu pertama, kami melakukan observasi terhadap data dan keadaan/fakta yang ada di lapangan. Kedua, kami mencoba untuk melakukan analisis dan perancangan sistem. Pada fase ini kami menemukan berbagai masalah yang menimbulkan kesulitan.

Salah satu masalah yang berhubungan erat dengan proses pembuatan LAPiS ini adalah adanya ketidak-keseragaman (uniformity) data yang dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan data dan informasi yang berbeda-beda. Hal ini menjadi penghambat proses pengembangan LAPiS, mulai dari tahap analisis sistem hingga ke tahap pendukung keputusan.

Dari kasus tersebut kami menyimpulkan bahwa adalah tidak mungkin untuk menciptakan sebuah sistem yang nyata yang dapat digunakan/dimanfaatkan pemerintah tanpa harus melakukan perubahan besar pada standar yang sudah ada terlebih dahulu.
Di atas semua keadaan ini, akhirnya kami memberanikan diri untuk membentuk sekaligus mengembangkan LAPiS Project.

3. Tujuan dan Manfaat

Tujuan awal dari proyek ini adalah untuk mengembangkan (develop) sebuah aplikasi (software) yang dapat digunakan/diimplementasikan di instansi pemerintahan. Tidak hanya itu, kami juga mencoba untuk membuat aplikasi ini agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas secara praktis. Namun, karena kendala yang kami alami, tujuan tersebut tidak akan bisa tercapai secara penuh. Oleh karena itulah kami mengembangkan tujuan proyek ini dengan sasaran yang lebih luas. Berikut tujuan proyek ini:

  1. Membuat framework sistem informasi yang fleksibel sehingga dapat diimplementasikan untuk berbagai masalah/kasus.
  2. Membuat prototipe sistem informasi untuk pemerintahan sehingga pemerintah tidak perlu mengembangkan sistem dari awal (from scratch). Pemerintah cukup mengembangkan sebuah sistem informasi dari prototipe yang sudah ada untuk kemudian memodifikasi prototipe tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Mendorong pemerintah untuk merumuskan standar implementasi dan pengembangan teknologi informasi. Standar ini dibutuhkan agar pengintegrasian TI antar instansi pemerintah dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  4. Mendorong pemerintah untuk melakukan pengembangan teknologi informasi dengan model open source. Kebijakan ini dapat menghemat biaya pengembangan sekaligus menjaga kualitas sistem. Dari penghematan ini, pemerintah dapat mengalihkan dananya ke bidang-bidang lain yang tidak kalah penting dibandingkan TI. Contohnya; mengadakan sosialisasi LAPiS ke masyarakat atau instansi lain yang membutuhkan dan berminat menggunakannya.

Download Paper Lengkap LAPiS

Download Source Code LAPiS

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s