Bagaimana cara mengukur paras seorang muslimah?


normal baby muslimah

How sweet is this muslimah?

Sebelum masuk ke inti tulisan ini, aku intro dulu soal pecahnya rekor 3GWeek lagi ya. Sebentar kok ….

Hari sabtu ini senang rasanya, pekerjaan untuk 3GWeek alhamdulillah sudah selesai semua; 15 tulisan dalam satu minggu. Sungguh satu minggu yang penuh dengan suka cita dan sedikit duka lara. Kemarin kamis, blog bertema cell phone yang aku telah bekerja di dalamnya semenjak Maret 2008 ini berhasil mencatatkan rekor untuk namanya sendiri. Ya, 2036 kunjungan dan page views sejumlah 2817. Mantap!

Eh belum habis kebahagiaanku dengan rekor ini, ternyata Allah sudah menimpaliku lagi dengan kebahagiaan yang sama persis. Keesokan harinya atau hari Jum’at kemarin tidak tanggung-tanggung, page views 3GWeek bukan di angka 2000-an tapi sudah mencapai 3312! Sementara jumlah visit mencapai 2526. Subhanallah, lagi-lagi rekor. Terima kasih ya Allah.

Oke cukup! Sekarang kita akan masuk ke inti dari judul tulisanku kali ini …. kalau masih kurang dengan statistik bisa lihat sepuas-puasnya di sitemeternya 3GWeek.

Mengukur paras seorang muslimah

Mungkin di antara anda ada yang sering bertanya, “Bagaimana ya cara mengukur kecantikan paras seorang muslimah?”. Nah lho, pernahkah bertanya perihal yang sama. Kalau iya, baguslah karena anda dan saya berarti sama. Semenjak usia SMA, ketika hormon pujangga saya sedang dalam puncak everest-nya, saya sunggu tertantang untuk menjawab pertanyaan ini. Bukan karena saya menginginkan gelar atau sebutan khusus – macam filsuf seperti yang sering diberikan oleh teman saya yang satu ini, tapi lebih karena memang ada dorongan besar dalam hati saya untuk mengungkap rahasia ini.

Wahai Wim Permana, bisakah kita (khususnya seorang muslim) mengukur paras atau kecantikan seorang muslimah?

Jawabannya ……

Ya kita bisa!

Tapi bagaimana?

Paremeter Kecantikan atau Paras Muslimah

Untuk mengukur sesuatu dibutuhkan parameter. Jelas! Ini sebenarnya sudah merupakan common knowledge yang hampir semua orang sudah mengetahuinya. Sebagai contoh, untuk mengukur ketinggian, manusia tentu dengan mudah akan mentahbiskan objek tertinggi dari pemukaanlah yang akan disebut sebagai “tinggi” sementara yang lain “kurang tinggi“. Dalam bahasa Fisika atau tukang bangunan, hal ini disederhanakan dengan istilah “meteran“. Ha .. ha … ha …

Nah yang menarik di sini, kecantikan atau paras muslimah bukan lah sesuatu yang “mutlak” atau “absolutely neutral” layaknya “meteran” atau “ketinggian” tadi. Tidak, tentu tidak! Kecantikan atau paras muslimah, seperti yang acap kita dengar dari para pria maupun wanita merupakan sesuatu yang “relatif“. Sekali lagi saya ulangi, “relatif“. Kata unik ini yang sama sekali tidak berhubungan dengan teori relativitas einstein ini telah membuat kita, umat manusia sendiri sering bingung dan pusing tujuh keliling. Ayo mengaku sajalah. Anda pasti sering telibat beda pendapat dengan teman anda jika sudah masuk ke kata ini bukan?

Oke untuk segera mengakhiri penderitaan anda di sini, ada baiknya bila saya utarakan secara langsung saja apa parameter yang ditunggu-tunggu ini.

Sebuah Jawaban untuk Retorika lama

Bismillah, dengan mengawalinya dengan nama Allah, saya yakin bahwa kecantikan seorang muslimah bisa diukur dengan Tasbih! Ya, serius nih, tasbih atau ucapan/lafaz “Subhanallah” bisa anda gunakan sebagai alat pengukur betapa cantik, manis, atau mempesona seorang muslimah di mata (baik mata biasa maupun mata hati) anda.

Tapi bagaimana cara menggunakannya?

Laiknya meteran yang mempunyai “technical how-to“, tasbih juga punya yang begitu-begituan. Oke begini. Ketika anda melihat seorang muslimah yang menurut anda manis dan mempesona, besar kemungkinan anda akan langsung melantunkan kalimat yang suci ini bukan? Kecuali kalau anda sudah kehilangan “fitrah” di hati tentunya. Pertanyaan saya sekarang, berapa banyak tasbih – baik sengaja atau tidak sengaja – yang telah anda lafazkan – baik itu di dalam hati maupun melalui lisan anda – ketika melihat atau mengingat seorang muslimah. Nah di sinilah intinya:

Semakin banyak tasbih yang terhambur dari anda – entah itu melalui hati maupun lisan – maka semakin cantik pula seorang muslimah di mata anda.

Dengan ilmu matematika praktis khas buku-buku dengan judul “Mari berhitung untuk SD Kelas 2”, kita bisa membuatnya dengan formula demikian.

Diketahui:

Seorang Muslim melihat dua orang Muslimah yang berjalan dihadapannya. Muslimah A dengan kekuatan 1000 tasbih dan Muslimah B dengan kekuatan 500 tasbih.

Pertanyaan:

Siapa yang lebih cantik diantara keduanya menurut muslim itu?

Jawab:

Karena 1000 tasbih > 500 tasbih ini berarti bahwa Muslimah A insyaallah lebih cantik ketimbang Muslimah B.

Yap. demikianlah bahasa matematikanya. Saya harap anda bisa mengerti, tapi kalau anda masih saja tidak mengerti ya sudah. Saya akan mendoakan agar Allah memberikan anda kelapangan hati dan ketenangan jiwa di alam sana. Amin ya robbal ‘alamin.

Ayo lanjut lagi dong bacanya ….. masih ada tuh.

Apa Hikmahnya?

Setidaknya ada tiga menurut saya. Berikut ketiga hal yang saya maksud.

1. Hikmah Pertama

Dengan parameter tasbih ini saya ingin mengajak muslim untuk semakin gemar melantunkan tasbih, entah itu di dalam hati maupun melalui lisan mengingat semakin hari semakin banyak saja muslimah yang bertambah kecantikannya. Ha … ha …. ha … benar tidak?

2. Hikmah Kedua

Mulai hari ini saya menghimbau para muslim untuk tidak pernah lagi – pokoknya jangan sampai lagi – menyebut-nyebut muslimah dengan kata-kata “jelek”, “tidak cantik”, “jahat”, “buruk rupa”, atau bahkan “ya begtulah” atau “lumayanlah“. Alasannya sederhana, kata-kata tersebut bisa menyakiti hati mereka, entah langsung atau tidak. Semua muslimah insyallah bisa mengundang tasbih, hanya saja kekuatannya memang berbeda. Ada yang bisa menghasilkan banyak ada yang juga tidak terlalu banyak. Yuk kita ganti saja kata-kata di atas dengan “dia sebenarnya manis kok ….. (dengan kekuatan tasbih sebesar ….)“.

3. Hikmah Ketiga

Nah kalau ini sih alasan pribadi. Saya meminta mereka yang suka menyebut saya suka menggombal atau raja gombal (seperti ini dan ini) untuk berhenti berkata demikian karena memang tidak ada niatan dalam hati saya untuk menggombal kepada kalian. Muslimah, termasuk kalian berdua, memang “manis” dan layak dipuji kok, hanya saja memang kadar tasbihnya bisa berbeda-beda. Dan itu wajar-wajar saja saya rasa.

Bagaimana? Anda setuju?

Image courtesy of bariisiyobasto

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

41 thoughts on “Bagaimana cara mengukur paras seorang muslimah?”

  1. kalo aku liat wanita dan malah bilang astagfirullah itu kenapa ya? padahal dia cantik dan tidak menyalahi ajaran islam?

  2. @insansains, thanks ya udah baca. blogmu keren lho.

    @awik, Wah kamu berarti imannya kuat nih. Sebenarnya bilang istighfar juga tepat, malah mungkin lebih tepat. Tapi ketika kamu sudah kehilangan si muslimah terus kamu masih teringat-ingat dengannya sampai terucap juga tasbih itu, insyaallah mungkin disinilah pemikiranku mulai bekerja.

    Gitu Wik….

  3. Aslkm Wim…wah..maap deh..klo aku sering berkontribusi bilang klo kamu itu suka …. ^_^`
    Hmm kek mana ya Wim..segala sesuatu yg terucap itu pasti ada landasannya dong ya kan???😀

    Tapi usul kamu oke juga tuh Wim…:)

    Brarti secara ga langsung Muslimah bisa bikin nambah pahala kan….
    Ya iya dong..mereka jd nambah banyak dzikir….:p

    Hasil kan ide2 yg bermanfaat lagi ya…

  4. eh wim ada note dikit nih… hehe ^_^’ “mereka” yg dimaksud itu para “muslim sejati” yg jd banyak berdzikir karena ngeliat kaum muslimah.

    —* NOTE SELESAI *—

  5. assalamu’alaikum mbak Ida. ini wim yang nulis “bagaimana cara mengukur paras seorang muslimah”.

    Anda bilang dan beranggapan bahwa muslim yang saleh itu:

    “pria yang soleh gak suka jelalatan. kalo pas gak sengaja ngelihat cewek cantik langsung beristigfar”

    saya rasa anda benar. tapi kalau muslimnya juga menyebut “subhanallah” memangnya bagaimana menurut anda?

    apakah tidak sesuai dengan syariah. begitukah?

    mohon tanggapannya. penting masalah ini🙂

  6. kalau tasbihnya diucapkan dalam hati kan susah ngitungnya, wim? kadang dua mata di bawah jidat ini ga bisa melihat hal2 tersembunyi dalam hati. jadi?????

  7. ternyata ini tulisan markotop ya hehehe ini saya copikan tulisan dari teman

    Fitrahnya Laki-laki sukanya PKS (Perempuan
    Kerudungan & Sholehah)
    Perempuan sukanya PKS (Pria Kaya & Sholeh)
    Udah Nikah Harapannya PKS (Pastikan Keluarga Sakinah)
    Punya anak harapannya PKS (Pintar Kreatif & Sholeh)
    Udah tua inginnya PKS (Punya Keturunan Sukses)
    di akhirat berharapnya PKS (Pertemuan Kembali di Syurga)
    Pastikan kamu suka PKS (Partai Kita Semua)
    PKS itu no.8, no 8 itu PKS
    )I(

  8. opasti wim, PKS itu bukan ideologi, bukan pula prinsip. Yang menjadi prinsip tetap hanya Alquran dan Assunnah. Kalo partai itu buatan manusia, tapi dua hal yang terakhir itu tak kan terbantahkan kebenarannya sampai akhir zaman.
    *saya ga cinta buta lho sama PKS, hehe kalo buta gimana mo nyetir je!😀

  9. mas, kog bisa siii…..blog nya dikunjungi banyak orang?
    ghmana caranya, selain menulis yan gmenarik tentunya?
    truss..kan ku posting tulisan…udah ku cari judul yang menarik yang kira2 langsung muncul di google.
    tapi kog tetep aja ga’ muncull yaaa…
    balesss commentnya ya mas…
    sekalian kritik tulisan2ku..
    heeee
    afwan ngerepotinn
    matur thank u;-)

  10. mas, kog bisa siii…..blog nya dikunjungi banyak orang?
    ghmana caranya, selain menulis yan gmenarik tentunya?
    truss..kan ku posting tulisan…udah ku cari judul yang menarik yang kira2 langsung muncul di google.
    tapi kog tetep aja ga’ muncull yaaa…
    balesss commentnya ya mas…
    sekalian kritik tulisan2ku..
    heeee
    afwan ngerepotinn
    matur thank u;-)

  11. alhamdulillah,,
    semoga blog ini bermanfaat buat semua..bagus banggetz seeh isinya,,vha suka bangget,,,
    mas, tapi apa penting yah kecantikan itu?
    bukankah kadar keislamannya yang lebih penting?
    trimakasih……^_^

    1. penting. penting banget.. karena di dunia ini hanya ada cantik dan sangat cantik. atau ganti kata cantik dengan ‘indah’.. maka hanya ada senyum dalam wajah kita dan kata-kata baik yg terlontar dari bibir kita saat melihat segala sesuatu, meskipun sesuatu itu memiliki kecantikan dluar dari kecantikan yg biasa kita lihat. lagipula, seperti kata pak wim “cantik itu relatif”.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s