Masih adakah waktu untuk-Nya?


Medina-Print-C10292656

Sehari ada 24 jam. Lalu berapa persen dari total waktu ini yang khusus aku persembahkan untuk Allah?

Ah, ini sebenarnya sebuah tanya untuk diri sendiri. Kadang aku merasa sok sibuk banget dengan kehidupanku di bumi. Sampai-sampai tidak ada lagi waktu untuk menghayati dan mendalami kebesaran Allah.

Terlampau banyak keajaibanmu.
Terlalu sedikit syukur ini membalasnya.

Pagi yang indah.
Mentari yang merekah.
Udara yang sejuk.

Si buta yang pergi solat berjamaah.
Si buta yang ke sekolah.
Si pincang yang menjual pulsa.
Si buntung yang menjadi tukang parkir.
Si pemulung yang bangun pagi.

Ah rindu aku dengan syukur.

Aku punya tepat berteduh.
Sarapan enak.
Makan siang teratur.
Ada uang buat susu.
Kendaraan yang penuh berkah.

Ah alasan apa lagi yang akan kupakai.
Cukup sudah dengan semua ini.

Ya Allah tuhanku, ampuni aku.
Mohon perkenaanMu atas hidupku.

Dunia Akhirat.

Amin.

Note:

Ditulis untuk mengingatkan diri sendiri. Syukur-syukur bisa memberi manfaat untuk yang lain. Amin.

Image from Art

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

7 thoughts on “Masih adakah waktu untuk-Nya?”

  1. sebenarnya cara mudah bersyukur adalah sering2lah kita mengikuti acara2 pameran.. bingung? karena sebenarnya apabila kita sudah sangat sering datang ke pameran (sebut saja pameran komputer, buku, dll), kenapa kita tidak menyadari bahwa sesaat setelah kita bangun dari tidur, kita ada disebuah pameran yang diselenggarakan oleh ALLAH swt. benar bukan? wow…. Maha Besar Allah dengan segala Tekhnologinya.. Hm.. subhanallah

  2. Kok meminta royalti? Kita harus sama2 sadar kalau kita menyembah Allah tidak akan menambah kekuasaan Allah sedikitpun. Sebenarnya kita lah yang perlu (berkepentingan) dengan Allah, dan Allah tidak perlu sesuatu apapun dari para hambanya.

  3. @ Awik, agak aneh tapi kamu benar juga kok. pameran itu bagus untuk membuka pemikiran dan meneropong masa depan.

    @tri, makasih banyak sudah mengingatkan, saya rasa kamu lebih mempermasalahkan judul ketmbang isi. Judul seperti itu aku buat sebagai pengantar aja setelah sempat berpikir bahwa kalau Allah memang mau maka dia pantas untuk meminta sesuatu dari hambanya.

    Tapi Dengan apa? Uang, harta benda? Ternyata tidak.

    Berdasarkan penelusuranku, ternyata Allah ingin agar kita menjadi hamba yang gemar bertauhid, beribadah, dan selalu syukur pada apa yang sudah ditetapkannya. Nah keinginan untuk bersyukur itulah yang sebenarnya menjadi inti tulisan ini.

    Gitu Tri.

  4. ^_^ Menurut saya, surga tidak dibeli dengan jumlah amal yang kita perbuat untuk membayarnya. Pun bukanlah berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mendekat kepada-Nya. Hal itu justru akan menumbuhkan benih “riya”. Alangkah lebih beruntungnya, bila kita mendekat kepadanya dengan memurnikan keikhlasan..

    salam!

  5. @insansainsterima kasih banyak ya. Anda baik sekali sudah mau menyempatkan membaca tulisan2 saya. Ya saya sependapat dengan anda tapi saya pikir saya juga tidak salah kok.

    Kalau anda memang benar2 ikhlas dengan Allah, mungkin akan sulit melihat Anda hanya menyediakan 1 jam khusus untuk Allah dalam sehari. Iya kan? Pasti anda akan mengusahakan yan glebih toh.

    Jazakillah ya.

  6. Wah…baca tulisan kamu aku jadi merasa tersentil…😦 bener juga ya…24 jam waktu yang diberikan-Nya untuk kita melakukan kegiatan, dan hanya beberapa menit waktu yang diminta Nya dari 24 jam itu yaitu untuk sholat,itu pun kadang dilakukan dengan terburu-buru…:(( …padahal kita tahu klo dunia ini hanyalah senda gurau,tp kenapa aku bisa terpedaya dan terpana??!?! any way..thx ya…atas tulisannya…smoga kita tidak termasuk kedalam golongan yang lalai..amiin..

  7. Inilah saatnya kita mulai untuk menyisihkan waktu untuk ingat pada-Nya. Mungkin tepatnya bukan menyisihkan waktu tapi bagaimana kita menjalani 24 jam waktu kita sehari dengan tetap ingat pada-Nya. Menjalani hari dengan segala kesibukan bukan alasan untuk membenarkan kita untuk melupakan kewajiban kita sebagai mahluk rohani ciptaan Tuhan.
    Mari kita beraktifitas sambil selalu sadar dan ingat kedudukan kita sebagai hamba Tuhan. Semoga kita selalu ada di jalan-Nya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s