Sebaiknya Air belajar juga dari Manusia


sense

Water doesn’t have any sense right?

Tulisan ini terinspirasi post salah satu temen baruku bernama Reno Irma. Si Eno ini, nama panggilannya, memang demen banget dengan hal-hal yang berbau motivasi. Mulai dari ebook, kata-kata mutiara sampai gambar-gambar inspiratif kayaknya pernah dia berikan kepadaku. Yang belum apa ya? Oh ya, traktirannya kali.

Oke balik ke topik utama. Post yang ditulis oleh Eno judulnya “Belajar dari Air“. Dalam post ini, seperti biasa, kita akan disuguhi pikiran-pikiran bijaksana nan filosofis dari si penulis sendiri dan tokoh lain tentang betapa hebatnya air.

Berikut kutipan filosofi air dalam tulisan itu.

Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah
Air mematikan api dan membersihkan kotoran.
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri
Dalam bentuk uap dan kembali mengembun.
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu
Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok
untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati.
Karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun
Yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.
Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

—(ooo)—
Master Saeho-Master Lan She Lung the Islamic Shaolin Kung Fu

Nah keren kan? Iya lah jelas. Tapi tunggu dulu. Ketika selesai membaca post ini. Hati dan pikiranku terketuk: “Aneh, bukankah manusia itu adalah makhluk yang paling unggul. Masa sih kita kalah sama air. Hmm, alih-alih kita yang bellajar dari air, mungkin air lah yang seharusnya belajar dari kita, manusia.”

Untuk menjawab dan mengadu filosofi air dengan filosofi manusia gubahanku. He .. he .. sebaiknya anda langsung saja membaca bait-bait di bawah ini.

Seperti air, manusia sebenarnya juga mengalir.
Tapi tidak melulu ikut arus, Manusia selalu dinamis.

Seperti air, Manusia juga tidak bisa ke tempat yang lebih tinggi.
Tapi Ia bisa mengusahakannya. Dengan tangga, tali, pesawat, dsb.
Air? Tidak, ia tidak bisa.

Seperti air yang adaptif, Manusia juga demikian
Kalau cuaca panas manusia bisa menghidupkan AC atau kipas angin
Kalau kedinginan manusia akan mengenakan jaket dan baju dingin
Kalau ada api dia bisa tetap menantangnya dengan pakaian anti api

Manusia sebenarnya lemah, tapi dia bisa jadi perkasa
Manusia bisa berlatih
Lambat jadi cepat
Kurus jadi atletis
Pelan jadi kuat
Rendah jadi tinggi
Air? Tidak akan

Manusia sebenarnya tidak bisa terbang, tapi dia bisa ke angkasa dan pergi setinggi-tingginya.
Air tidak demikian.

Air itu menerima.
Pasrah.
Pokoknya ngikut.
Turun saja.

Ah, manusia juga ada kok yang kayak gitu.

Demikian lah tulisan kali ini. Semoga ada hikmahnya. Sekarang kalau boleh nanya, enakan jadi apa ya? Manusia atau air? Ayo Eno kamu pilih yang mana?

Image from Art

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

4 thoughts on “Sebaiknya Air belajar juga dari Manusia”

  1. Aslkm Wim…wah keren..tulisan kamu menyempurnakan tulisan ku nih…;) klo kamu nanya aku pengen jadi apa…aku pengen jadi manusia yang dinamis,dan juga manusia pembelajar. Sukses deh wat Wim…

  2. air belajar dari manusia yah? agak ga’ logis tapi kreatif.

    filosofi air adalah motivasiku yg pertama saat ada ajaran TAO yg bilang “air memiliki sifat TAO”, TAO adalah abadi dan mengikuti hukum alam, TAO tak tergambarkan tapi air memiliki sifat TAO, perputaran yang bijak dan senantiasa selalu menuruti hukum alam(mengikuti kebenaran).

    soal judul boleh keren, tapi ini opini saya (jgn diganggu gugat ya). Nah, apakah km mau seperti air? judulnya saya balik ah >>
    sebaiknya MANUSIA juga belajar dari AIR.

  3. Air???? sebenarnya bukan masalah belajar atau mengajari, kalau mau kita sadari kita meliahat lebih dalam lagi dan dalam lagi… kita dan air adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, usur dasar manusia / makhluk hidup yang riil salah satunya adalah air (cairan dalam tubuh, darah), selain itu zat padat (tulang dll), zat gas(nafas), panas (panas tubuh), ruang (rongga tubuh), makanya kita ga boleh lupa ama apa yang membentuk kita, belajar dari air tidak ada salahnya, apa gunanya akal pikiran klo tidak ada ke 5 unsur itu… yang ada cuma roh yang jalan-jalan ga menentu…. sesuatu yang sempurna pasti berasal dari sesuatu yang sederhana… ingat itu…. penciptaan tidak terjadi secara instan…. air adalah salah satu unsur yang paling nyata yang membentuk kita, jgn anggap manusia paling tertinggi…. hewan2 pada ketawa tu dengarnya… aku sendiri sebenarnya tidak setuju manusia dibilang makhluk tuhan yang paling sempurna paling pintar, mempunyai akal, pikiran dan bla…bla….. buktinya kita tidak bisa melihat jin, kita tidak mengerti bahasa binatang, kita tidak tau bahasa tumbuhan, kalian tau kan dlm ilmu fisika dikatakan qt hnya mampu mendengar suara pada frekwensi tertentu….. apakah qt tahu apa yg dibicarakan pada frekwensi diluar itu…..????? apakah itu namanya tertinggi???? makanya benar sebaiknya qt belajar dari asal mula kita salah satunya air… bila perlu kmu belajar dari anjing, yang setia pada tuanya… ambil maknanya, anjing tidak pernah berhianat pada majikannya, tapi klo manusia?????? singa tidak mungkin makan anaknya, tapi manusia?????? belajarlah dari terdahulu kita yang serasi, selaras, seimbang dengan alam…. ada yang bilang TRI Hita Karana, manusia harus selaras dengan tiga …. dengan Tuhan, dengan Manusia, dengan Alam…. termasuk AIR…………..

    jangan harap kmu mengajari air….karena air lebih jauh tau dari pada kmu, usiamu baru semur jagung tapi air sudah seusia bumi kita bahkan lebih…. meraka sudah melewati perbukitan yang curam, keasaman yang tinggi, mengecap belerang, tembaga, batu bara, bahkan dijaman sekarang melewati pahitnya polusi… apakah kmu mampu???? jangan baru bisa terbang dengan pesawat bisa berkomunikasi lwt udara kmu merasa lebih hebat dari air…. masih banyak rahasia air yang belem kamu dan aku ketahui….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s