Pengalaman pertama menulis surat lamaran … pakai tangan!


Menulis pakai tangan sudah jadi hal yang asing bagi saya. Kalau kamu?

Ha .. ha … ha … boleh percaya boleh tidak, untuk pertama kalinya seorang Wim Permana akhirnya harus menulis surat lamaran juga. Bukan, bukan karena saya tidak ingin menjadi seorang pegawai. Bukan itu yang menjadi inti tulisan saya hari ini. 

Yang menjadi topik utama hari ini adalah bahwa menulis surat lamaran menggunakan tangan sendiri memang benar-benar sulit. Sungguh saya tidak menyangka. Tampaknya kemampuan menulis saya dengan tangan sudah sangat menurun jika dibandingkan ketika saya masih duduk di bangku SD, SMP atau SMA. Tulisan tangan saya sekarang memang banyak “geraknya”. Ada condong ke kiri, ke kanan, menyempit, menggembung, mengotak, me …. duh pokoknya tidak enak dilihat deh.

Akibat Komputer dan Word Processing

Maklum saja, semenjak saya masuk ke perguruan tinggi, jurusan Ilmu Komputer lagi. Menulis dengan tangan adalah aktivitas langka nan “asing”. Mungkin kalau tidak ada paksaan dari dosen atau instansi terkait yang meminta, selama lima tahun kuliah itulah saya bakal tidak akan pernah menulis dengan tangan. Lucu memang, tapi itulah kenyataannya. 

Melamar Apa sih memangnya? Serius Banget?

Kebetulan saya sangat tertarik untuk menjadi seorang PNS di sebuah instansi besar bernama BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Nah di dalam salah satu persyaratannya, sang pelamar diwajibkan untuk menulis surat lamaran dengan tangannya sendiri. Selain surat lamaran, CV juga kudu diisi dengan tulisan tangan dan harus berupa huruf kapital atau balok. Beeeee …. (bayangin changcutter).

Kalau teman-teman tertarik untuk mendaftar, baca di sini saja:

http://cpns.bpk.go.id/

Oke deh, semoga sukses kalau begitu. Saling mendoakan ya. 

image by:
ramletsrule.blogspot.com/. ../hand-writing.html

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

7 thoughts on “Pengalaman pertama menulis surat lamaran … pakai tangan!”

  1. @Amir, alhamdulillah saya baik-baik saja Mas. Tunggu aksi-aksi saya berikutnya ya. Insyaallah Mas bakal saya kabari deh.

    @Mas Joe, kok tahu aja sih. Saya memang ga bisa “mantep” Selalu dinamis dan sering banget berubah-ubah. Thanks udah sering mampir.

  2. hahaha. ..semangat mas WIm…kalo dipikir2 bener juga seeh, selama kuliah meski kita punya hobi nulis, tapi nulisnya tetep pake keyboard gak pake tangan langsung….

    *tiba2 langsung nulis tangan di kertas* –>ternyata hasilnya jelek..hahahah😀

  3. Loch Wim…kamu lupa ya…klo teknologi yg canggih ini “komputer” secara perlahan telah mengikis sebagian dari kemampuan diri.
    yaaa sperti tulis menulis dngan tangan yg saat ini br km sadari :p

    klo aku malah merasa smakin individualis sejak ada kompt…bahkan sjak mengenal internet…karna waktu,pikiran,aktivitas smua didpn komp…:D

    Kaco ga sih!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s