The Writer Block (jadilah Raja selagi engkau bisa)


writer

Terus terang, sebenarnya aku bete banget dengan hari ini. Masalah utama yang aku hadapi adalah pada sebuah kenyataan bahwa sampai saat ini aku masih juga bingung untuk menulis artikel pertamaku untuk Smartphone.Biz-News.Com, sebuah media online yang menyediakan informasi seputar smartphone terkini.

Sungguh aneh memang, dulu ketika aku masih belum diterima untuk menjadi International Correspondent di Biz-News.Com, aku selalu mengkhawatirkan status pengangguranku. Nah sekarang, ketika posisi itu sudah kuraih, aku malah jadi uring-uringan karena belum juga bisa mengirimkan satu artikel pun ke sana.

Writer Block

Aku sempat kepikiran, mungkin inilah yang disebut dengan the writer block, suatu kondisi ketika seorang penulis atau blogger atau reporter sedang mengalami kebuntuan untuk menuangkan gagasan-gagasan atau unek-unek yang sudah ada di kepalanya. Sekali lagi, SUDAH ada di kepala loh. Jadi lain cerita kalau aku memang belum punya ide sama sekali. Ha … ha … mungkin itu yang namanya “malas mikir”.

Keliling Jogja dengan Sepeda sebagai obat

Sebenarnya, ketika hari menjelang sore atau pas bakda ashar tadi, aku sudah mencoba untuk menghilangkan “block” semacam ini dengan cara mengerjakan aktivitas yang kusukai; bersepeda santai keliling Jogja. Memang sih, habis bersepeda aku merasa capek nan segar. Selain itu, ide dan pemikiranku tentang artikel yang akan kutulis pun sudah semakin mengkristal. Singkat kata; ah, aku pikir aku sudah berhasil … melenyapkan gangguan ini.

Tapi sayang sungguh sayang, ketika malam datang dan aku hendak menumpahkan segala ide dan pemikiran itu, Allah mungkin menghendaki lain; komputerku tersayang malah sering crash – biasalah Windows dengan peternakan virus abadinya – dan ada beberapa program andalanku yang masih juga belum kuinstall seperti Stardict dan Wordweb.

Akhirnya,

Seperti biasa, dalam keadaan serba salah, sekaligus sadar bahwa target utamaku tidak akan mungkin tercapai hanya dalam tempo dua jam ke depan, aku pun langsung banting stir menuju Wimkhan, ya blog yang sedang anda baca ini.

Tidak seperti di Biz-News.Com atau di blog-blog lain di mana aku dibayar untuk menulis di dalamnya, sungguh aku merasakan sebuah kebebasan yang sangat-sangat luas di Wimkhan. Di dalam ruangan gratis sebesar 3 GB ini, aku benar-benar merasa seperti Raja saja (The King Wim). Lha betapa tidak? Wong aku administrator sekaligus penulisnya kok. Ha .. ha … selain itu, di sini aku menulis tanpa aturan alias free writing. Toh, tidak ada yang membayar bukan?

Di sinilah aku sungguh seperti manusia apa adanya, menulis tidak untuk uang atau untuk sebuah maksud-maksud tersier yang sungguh jauh dari keinginan hati dan jiwa. Tapi semata hanya ingin memenuhi apa yang sedang menjadi keinginanku saja.

Di sini, di blogku yang indah nan menawan inilah aku menulis dengan EYD, tapi itu kalau sedang ingin saja, kalau sedang tidak, ya sudah. Lha wong tidak ada editornya. Pokoknya bebas sejadi-jadinya.

Jadilah raja … selama engkau bisa

Hmm, saya jadi kepikiran bahwa mereka-mereka yang sering dan suka melarikan diri dari masalah menggunakan rokok, ganja, shabu, mariyuana, atau miras perlu untuk mencoba aktivitas seperti ini; nge-blog bung! Sudah gratis keanggotaan, langsung dapet tiga GB, fitur-fiturnya lengkap. Wow, kurang apa lagi coba. Iya nggak? Ha ….

Coba bandingkan dengan tool-tool non-gratisan yang kusebutkan di atas. Sudah bayar, merusak otak, bikin badan kuyup dengan penyakit, keluarga khawatir, anak menangis, we pokoke de el el lah.

Tuh kan aku jadi ga nyambung

To Write I must

LifeWriter06

Oh harus dong! Sebagai seorang pemuda, saya juga harus sadar kok bahwa Wimkhan belum bisa menghasilkan uang untuk sesuap nasi atau tabungan untuk meminang si calon istri. Dus, besok kalau Allah masih menghendaki, Insyallah Wim Permana akan kembali berusaha dan berjuang untuk menulis dan mengirimkan artikel pertamanya untuk Biz-News.com.

Mohon doanya ya….

Nah buat teman-teman atau pengunjung yang sudah betah membaca tulisan ini sampai kata penghabisan, jangan lupa doa-doa dan komentar-komentar bernada motivasinya, biar aku jadi tambah seger dan buger kala bangun dan mendengar kokok ayam di pagi hari.

Allahu Akbar!

gambar | gambar

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

1 thought on “The Writer Block (jadilah Raja selagi engkau bisa)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s