Untuk mereka yang akan dieksekusi mati …


Hari ini secara tidak sengaja aku mampir ke salah satu blog temanku yang sangat aktif di update, Hey Awik. Di dalam post terbarunya, si penulis sedang membahas dan mengomentari masalah eksekusi mati para tersangka pelaku Bom Bali.

Singkat kata, Awik ngeri membayangkan eksekusi ini. Lha iya lah, aku juga merinding kalau disuruh membayangkannya. Apalagi kalau melihat dengan mata kepala sendiri. Wuiiihhhh ….ga banget deh. Masa ada orang dipasang di sebuah titik lalu nanti di dor bareng-bareng oleh regu tembak dari jarak yang aduhai dekatnya. Cukup … cukup, aku tidak akan mampu.

Sebenarnya kita semua akan dieksekusi mati .. lha kok?

Terkait masalah eksekusi dan mati ini, saya langsung teringat akan salah satu pesan dari cerita pendek yang pernah saya baca di Kompas. Kalau tidak salah judulnya “Waktu Nayla”. Cerpen ini udah termasuk klasik, terbitnya udah lama sekali. Saya tidak tahu apakah bukunya masih ada ataukah tidak. Yang jelas cerpen ini termasuk karya terbaik yang pernah muncul di Kompas, baik itu menurutku maupun menurut pakar sastra di Indonesia.

Pesannya jelas banget …..

Oh ya, tahukah kamu kalau sebenarnya semua manusia akan dieksekusi mati, yang kita tidak tahu adalah kapan dan bagaimana cara kita dieksekusi itu. 

Hayo percaya ga? Kita semua akan dieksekusi bukan. Bedanya ya itu tadi, Imam Samudra, Amrozi dan Ali Gufron sudah jelas sekali cara matinya (kalau Allah tidak segera mengubah takdir mereka). Sementara kita sendiri mungkin sangat sulit untuk menentukan atau meramalkannya. 

Bersama jodoh dan rizki, maut memang tidak bisa ditebak. Tapi biasanya orang yang suka berbuat onar dan merugikan orang banyak akan dirudung oleh sebuah rasa takut yang maha dahsyat akan kematiannya. Jangankan pada saat mau mati, lha wong sebelum mati saja pasti rasa bersalah itu muncul. Entah itu tampak atau tidak. Entah itu bisa disembunyikan atau tidak. Entah itu jelas atau samar. Entah itu …….

Hidup dan misterinya

Ah aku ngantuk. Masih banyak yang harus kukerjakan dan kugarap. Hidupku menyisakan misteri. Matiku aku tidak tahu. Tapi aku tahu Ibu dan Bapakku, jug adikku semua mendoakanku agar bisa bermanfaat, dunia dan akhirat. Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi kalau bisa bagi dunia dan segala isinya. 

Allahumma … suatu hari nanti aku pasti akan Engkau eksekusi wahai Tuhanku. Betul kan?

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

4 thoughts on “Untuk mereka yang akan dieksekusi mati …”

  1. ngeri….
    mati emang menyeramkan
    Bahkan Umar Al-Faruq yang terkenal dengan keberaniannya, di cincinnya bertuliskan “cukuplah kematian yang jadi pengingatmu umar”

  2. Setiap yang berjiwa akn mati……oleh sebab itulah carilah kemtian yang baik bagi kita…….ykni mati syahid..Allahu Akbar

  3. Kebencian islam terhadap kaum barat tidak membenarkan muslim menjadi teroris. Datangi lahan jihad ! Bukan berjihad di negeri aman yang akan meresahkan muslimin sendiri dan mencoreng nama islam. Islam tidak membenarkan membunuh kafir Dzimmi. Jadi bukan agama yang memerintah teroris tapi hawa nafsu individu. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s