Haruskah kita jatuh cinta dahulu sebelum menikah?


11-01-09

Pertanyaan yang sangat sepele, tapi susah menjawabnya, “Haruskah kita jatuh cinta dahulu sebelum menikah?”.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sebaiknya kita definisikan dulu frasa utama di atas, “jatuh cinta “. So, apa definisi “jatuh cinta” untuk seorang sarjana komputer ? Hmm, simple aja. Menurutku, “jatuh cinta” adalah suatu kondisi yang paling bagus digambarkan dengan adegan film KKHH saat Rahul Khanna melihat Tina Malhotra untuk pertama kalinya. Sekali lihat langsung ……. “there’s something happen in your heart “. Wow … klepek-kelepek deh ….

Yup, bagusnya sih memang begitu. Dalam cerita itu pun, Rahul memang akhirnya berhasil meminang Tina sebagai istrinya. Sampai keduanya akhirnya dikaruniai seorang anak gadis nan manis bernama Anjeli. Ideal bukan?

Tapi bagaimana dengan Anda … juga Saya?

Apakah Anda termasuk seorang Rahul yang beruntung telah mendapatkan Tina? Hmmm … kadang aku pun berpikir dan berharap begitu. Tapi lucunya, sampai sekarang – usia saya sudah 25 tahun – nasib saya tampaknya tidaklah seperti itu. Alih-alih selalu menunggu bernasib seperti Rahul, saya tampaknya lebih memilih untuk mengambil opsi-opsi lain dalam mempersunting seseorang. Berikut beberapa opsi yang saya maksud:

1. Stay cool like Rahul!

Tunggulah sampai ada seseorang yang berhasil menjatuhkan hatimu dalam tatapan pertamanya. Entah apapun yang terjadi, pokoknya kamu baru mau menikah kalau sudah bertemu dengan yang masuk dalam konsepsi di atas. Kalau tidak begitu, JANGAN!

Kalau ini sih pernikahan ala Rahul Khanna.

5-31-10

2. Forget Tina, embrace Anjeli!

Persuntinglah sahabat terdekatmu, walau ia sudah banyak ditaksir orang. Nah kalau ini lebih menenangkan, melamar seorang sahabat lama terkadang baik untuk hidupmu. Di samping sudah saling mengenal satu sama lain, cinta yang tumbuh pun sifatnya alamiah. Tidak karena hujan, tidak karena badai. Just because of friendship. That’s all. As simple as that.

Sebentar Mas, kalau dua opsi di atas masih gagal juga gimana?

Oke, gampang … gampang. Jangan khawatir. Tampaknya masih ada jalan keluar.

“Begini bung, bagaimana kalau sebaiknya kamu menikah aja dulu?”

3. Nikah aja dulu, jatuh cinta kemudian

“APA!!!!!!!!!!!” kejutmu, “nggak ada jatuh cinta-cintaan? Emang bisa nih juragan?”

Terima kasih sudah terkejut. Memang agak aneh. Masa sih langsung nikah tanpa main cinta-cintaan dulu. Nanti kalau tidak cocok bagaimana? Langsung cerai?

Oke-oke, saya tahu kegamanganmu. Tapi terkadang cara ini berhasil lho. Buktinya, sudah banyak sekali manusia-manusia yang berhasil membina rumah tangga tanpa proses berbelit ala Bollywood ataupun Jollywood (roman-roman cinta ala anak bunderan UGM di Jogja). Salah satunya mungkin pernikahan antara Rasulullah SAW dengan Istrinya Khadijah RA. Bukankah keduanya melangsungkan pernikahan tanpa ada joget kanan dan kiri atau bonceng depan-belakang. Iya nggak?

Tapi itu kan Rasulullah, ya wajarlah gitu? Kita kan manusia biase-biase aje ye…..

Belajar dari Yulian Purnama dan Istrinya

Kalaulah meneladani Rasulullah SAW adalah hal yang sangat sulit bagimu, maka teladani saja manusia biasa yang bernama Yulian Purnama. “Whoops, Yulian?”, you said, “Who is he?”

So, who’s Yulian? Yulian adalah sobatku waktu masih kuliah di Ilmu Komputer UGM dulu. Awalnya Ian – nicknamenya – adalah seorang anak gaul yang keren n ngejreng. Celananya cutbrai ala alay, tangannya menggunakan gelang yang terbuat dari akar-akaran berwarna hitam (katanya sih biar ga kelihatan terlalu kurus aja), terus rambutnya cepak hampir botak pake “sayatan” petir di atas daun telinga. Kalau kita ngeliat dia pertama kali, kesannya mesti deh, “Nih orang mo kuliah apa nge-rap!?”. Tapi itulah dia, Yulian Purnama S. Kom (kunjungi blognya http://kangaswad.wordpress.com ), sahabat sekaligus teman debatku.

Gambaran seorang Ian yang funky n gaul lambat laun pudar. Syahdan di tahun-tahun pertengahan masa kuliahnya, rambutnya yang tampak “disayat-sayat” hilang. Gelang sudah ditanggalkan. Celana cutbrai sudah dilepas. Jangankan cutbrai, menyentuh mata kaki pun, celana itu tidak. Waktu itu si anak rap sudah berubah menjadi anak masjid. Kalau sebelumnya omongannya sangat kedunia-duniaan, mendadak berubah menjadi keakhirat-akhiratan. Bawannya sih lidah itu maunya cuma al-qur’an sama al-hadits aja, tapi yang shahih-shahih aja. Heboh bukan?!

Terus apa hubungannya dengan “jatuh cinta” dan “pernikahan”?!

Well, you ask me right? Nah sekarang si Ian sudah menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sufyan. Jadi, bagaimana cara Yulian menikah dengan istrinya? Pacarankah?

Nope! Tidak dengan pacaran atau pun dengan sejenis-jenis itu! Denger-denger nih, si Ian berhasil menikahi istrinya setelah Ayahanda sang istri sendiri mengajukan lamaran kepadanya. Jadi pada awalnya Ian dan Ayah Mertuanya adalah teman yang sering bertemu dalam kajian-kajian keislaman di DI Yogyakarta. Entah mungkin karena ketampanan dan kesolehan Si Ian atau karena memang sudah menjadi sunah bagi seorang Ayah untuk mencarikan suami bagi putri tercintanya, akhirnya tawaran itu pun datang ….

So, Sang Ayah menawarkan putrinya. Sang Pangeran kemudian menyambut. Ia lihat wajah calon istrinya, dan begitu pun sebaliknya (Oke cocok ya? Cocok!). Simple banget bukan! Tidak ada pacaran lho….. Wow dahsyat gan!

kaisan soft

Selain punya anak dan istri, Yulian juga sudah punya Software House sendiri; KaisanSOFT.

Pernikahan ……

Dan kemudian keduanya melangsungkan pernikahan. Waktu itu aku ingat, Si Ian baru aja diwisuda dan kebetulan juga baru saja mendapatkan pekerjaan sebagai staff IT di Universitas Mediu Internasional. Seingatku sih, gajinya tidaklah sampai 3 juta. Dan setahuku juga, tampaknya ia belumlah menerima gaji pertamanya…. Sungguh abra-kadabra nih bocah. Berani-beraninya menikah padahal gaji pertama aja belum diterima.

But itulah sobatku Ian. Lucu ya, ternyata keduanya bisa. Bisa menikah tanpa pacaran, tanpa bonceng-boncengan, tanpa joget-jogetan, tanpa traktir-traktiran, tanpa mc-mcan, tanpa TM-TMan (TM = Simpati Talk Mania), tanpa kuch-kuch hota hai-an, tanpa puisi-puisian, tanpa berpantun-pantun duluan, atau apalah …..

Pokoknya niatkan hanya untuk mencari ridha Allah SWT, lalu menikah saja. Maka perhatikan apa yang terjadi ….?!

Bagaimana dengan kita?

Yoa, Saya dan Anda? Maukah kita? Beranikah kita mengambil keputusan mulia seperti yang sudah ditunjukkan oleh sahabat kita Yulian. Menikah langsung tanpa cinta-cintaan …… Mau?

Limboto, Kabupaten Gorontalo
Rabu, 7 Juli 2010, 17:51 WITA
Ditulis dalam perasaan agak tertekan gara-gara banyak orang menyuruh saya untuk segera menikah.

“The Future Belong to Those Who Believe in The Beauty of Their Dreams”
Eleanor Roosevelt

[images]

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

26 thoughts on “Haruskah kita jatuh cinta dahulu sebelum menikah?”

  1. klo Jatuh Cinta (ad rasa srek/cocok ) dgn calon pasangan d ht qt sebelum menikah ya kudu ad sdraku, makanya seblm qt kita menikah, qt disuruh melihat, mengetahui keluarganya dll… lha klo km sudah melihat, mengetahui keluarganya dll, trus ada perasaan srek tsb brarti there’s something happen in your heart. Menikahlah sdraku🙂

      1. haha.. anda betul pak jon.
        apapun alasannya untuk menikah, ketika didasari niat ibadah. insyaAllah semuanya indah pak jon.
        ayo kapan pak jon nyusul..

  2. cerita diatas itu.. Nama nya Jodoh macem2 cara ssih.. ada yg mudah ada yg sekali liat langsung jadi.. tapi kalo cinta??? sulliiit yah.. tapi gak tau deh binun juga.. hehehe

  3. hehehehe, susah nih cari jodoh kirain gampang , doain yah moga cepat dapat jodoh ni juga gie berusaha ^_^ huuuuuuuu sapa yah yang mo diriku perasaan diri ku bolom pernah di kejar laki – laki deh selalu diriku kapan diri mu mengejar diriku

  4. Trus sekarang dh nikah nikah blm mas bro? Hehe.. Sy lagi search ttg nikah tanpa cinta eh nemu tulisan ini. Sy lg pusing soalnya coz susah bener nemu yang bisa jatuhin hati. Hehe..

    Pengen jg nyoba kayak Mas Iyan, cuma ya itu bisa gak tanpa cinta. Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s