Sebulan menjadi CPNS (Bagian 2)


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kalau tempo hari kita udah ngomongin soal stress dan gaji. Sekarang waktunya kita ngomongin soal syahwat, nikah, dan bisnis sampingan. Take a look buddy.

Tidak terasa sudah sebulan penuh saya menjadi CPNS. Kalau tidak salah, Senin pada tanggal 17 Januari 2011 kemarin saya dan ratusan CPNS Kabupaten Gorontalo lainnya menerima SK penugasan dan penempatan kami. Sungguh pengalaman yang sangat aneh sekaligus membanggakan. Saya sebut aneh karena sebenarnya sejak kecil saya tidak pernah merasa bercita-cita menjadi seorang CPNS. Di Kabupaten Gorontalo lagi. Sebuah kota yang letaknya ribuan kilometer dari tanah kelahiran saya di Pulau Sumatera, Kota Palembang. Subhanallah … hmmm, aneh bukan?

baca episode sebelumnya or nikmati episode terkini …

3. Jadi kepingin menikah ……..

a00672ac-6bac-4eda-bdca-985036f30e10

So ….. who is she?

“Suka kawin”, inilah frase yang sering dibilang orang-orang Gorontalo kepada saya. “Suka kawin” bukan berarti “demen nikah” tapi “ingin menikah”. Maksudnya, kalau Wim ingin menikah ya tinggal menikah saja. Gak usah terlalu banyak pertimbangan. Entar malah tidak jadi-jadi. Hmmm … saya memang ingin menikah … tapi dengan siapa ya?

Salah satu hal yang membuat saya masih agak takut menikah dengan gadis Gorontalo adalah karena keadaan dan status saya di sini. Jujur saja, di Gorontalo ini, di Pulau Sulawesi yang luasnya melebihi pulau jawa, saya benar-benar sebatang kara alias lonely. Dalam artian, secara biologis, saya tidak punya keluarga di sini. So, mental saya untuk melamar gadis pribumi mungkin jadi agak ciut. Saya memang punya banyak teman di sini, baik-baik lagi. Tapi entah kenapa, rasanya saya belum siap total untuk menunaikan sunatullah nan akbar ini.

Di samping “sebatang kara” saya juga masih berstatus CPNS! Bukan PNS. Ah, mungkin karena ini juga saya takut menikah. Tapi tunggu, kalaulah saya harus menunggu sampai jadi PNS, lalu saya mesti menunggu 1 – 2 tahun lagi dong untuk menikah. Duh, kayaknya tidak asyik nih. Sepertinya saya sendiri harus merubah pandangan saya. Secepatnya!

4. Bisa buka bisnis sampingan!

Aha ini yang kutunggu-tunggu. Karena SERING punya banyak waktu luang, membuka usaha sampingan sepertinya bukanlah hal aneh untuk seorang CPNS. Di dinas saya sendiri, DPPKAD, menjalankan usaha sampingan adalah hal yang sangat boleh, bahkan disunahkan. Banyak kok contohnya; Pak Arman misalnya. Selain berstatus sebagai Kepala Seksi Akuntansi dan Pelaporan, beliau juga menyibukkan dirinya berjualan pulsa. Hehehe … pelanggannya lumayan banyak, mulai dari Kepala Dinas PPKAD sendiri sampai ke operator-operator SIMDA yang datang dari berbagai SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan kecamatan. Wakakakaka … lucunya…. memang lucu sih tapi tidak hina kok. Malah kita sebagai konsumen merasa sangat terbantu karena untuk urusan pulsa kita sudah tidak perlu lagi pergi keluar untuk membeli pulsa. Tinggal ke ruang SIMDA aja. Gitu aja kok repot. hihihihi … Di DPPKAD sendiri saja ada dua penjual pulsa selain Pak Arman; Pak Yanto Ayuba dan Ibu Acha.

197277 1590381446124 1433493495 31282308 7347927 n

Gatorobo by Rifki …. Wimkhan Clothing next printed t-shirt. Insyaallah …

Hei, bagaimana dengan saya sendiri. Well, saat ini saya sedang mencoba merintis bisnis clothing saya dengan bendera …. eng ing eng … jreng … jreng .. jreng .. roll the drum please …. WIMKHAN CLOTHING. Yuhuuuu … sebenarnya usaha ini sudah saya mulai sejak November tahun 2009. Tapi berhubung dana yang sangat-sangat-sangat terbatas, akhirnya kurang berjalan dengan maksimal. Nah justru setelah menjadi CPNS inilah saya merasakan adanya energi tambahan untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan Wimkhan Clothing. Insyaallah … siapa tahu, dengan dukungan gaji yang konstan, bisnis ini bukan tidak mungkin bisa memberi saya penghasilan di atas gaji saya sebagai CPNS. Wallahualam, saya sendiri berharap suksesnya saya di dunia bisnis nanti tidaklah menjadi penghalang bagi saya untuk sukses juga di dunia birokrasi. Meminjam ungkapan salah satu pemikir Islam,

di manapun seorang muslim berlaga, alangkah baiknya kalau dia mampu menjadi pemenangnya.

Nah lho .. keren toh ….

5. Lingkungan kerja Pemkab adalah pelampiasan syahwat anak-anak IT.

Yoa, kalau ini sangat subjektif memang. Sejak jadi CPNS di sini, ide-ide dan imajinasi saya sebagai anak IT (baca: information technology) tambah berkembang. Bayangkan saja, di Pemkab Gorontalo, IT memegang peranan yang sangat signifikan. Hal ini bisa dilihat dari tingginya tingkat penggunaan PC, laptop, server, router, switch/hub, dan koneksi internet di kantor-kantor SKPD. Saya tidak terlalu tahu tentang keberadaan perangkat-perangkat IT-related di SKPD lain. Tapi di DPPKAD sendiri, ada puluhan PC, beberapa laptop, dua router, dua wireless LAN, plus satu server dengan memori 16 GB (hehehe, kalau ini aku sendiri yang sering pake’). Untuk koneksi internet, DPPKAD berlangganan SPEEDY paket OFFICE. Dengan demikian, jangan heran kalau seisi kantor biasanya berubah jadi lengang manakala asupan listrik tiba-tiba tidak mengalir dengan baik dari PLN.

25312 1600x1200-wallpaper-cb1286207398

Kata ikan besar, “Wow .. yummy ….”

So, proyek apa saja yang bisa dikerjakan oleh anak-anak IT di lingkungan pemkab. Hohoho .. banyak banget. Di sini saya akan beritahu beberapa di antaranya;

  1. Pembuatan situs SKPD (web development & web design),
  2. Pembuatan Sistem Informasi (software development),
  3. Pembuatan aplikasi pendukung lainnya seperti aplikasi untuk visualisasi data keuangan (desktop or web application development),
  4. Perbaikan perangkat keras (hardware troubleshooting)
  5. Pengenalan dan implementasi aplikasi-aplikasi yang sudah ada tapi belum populer seperi Snarfer untuk tracking berita, Feng Office untuk web based project management software, WordPress untuk blogging, dll (software introduction and implementation).
  6. Implementasi media komunikasi baru seperti telepon gratis via LAN (hardware implementation),
  7. Desain dan pembuatan jaringan LAN maupun WAN yang bisa menghubungkan semua SKPD (network design and network engineering),
  8. Pembuatan spanduk, umbul-umbul, buku, majalah, buletin, stiker, logo, desain kaos, jaket, dsb (graphic design)
  9. Pembuatan video klip acara-acara penting (video editing & rendering),
  10. Dan seterusnya ….. the sky and your imagination are the limits themselves.

Lalu bagaimana dengan CPNS yang non IT. Duh, silahkan berimajinasi sendiri atuh. Mengkhayal dan bermimpi kan gratis Mas/Mbak. Iya nggak?

Penutup (No .. no … no … masih ada yang lain)

Oke, itulah lima hal yang berkesan dan sempat saya ceritakan di atas blog saya kali ini. Saya harap Anda semua berkenan dengan isinya dan tertidur terhibur dengan gaya bertuturnya. Btw sebenarnya masih ada lagi yang hendak saya ceritakan selain lima hal yang sudah dibahas, yakni seputar hubungan antara menjadi CPNS dengan birrulwalidain alias berbakti kepada orangtua. Adakah kaitannya?

Tunggu di episode berikutnya ya ….. Akhirul kalam, wassalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillahirabbil’aalamiiin.

Wim Permana adalah CPNS di DPPKAD Kabupaten Gorontalo.
God is great. Life is beautiful.

Penulis: Wim Permana

CPNS Pemkab Gorontalo, Entrepreneur, Blogger, Writer, Blade Rider

2 thoughts on “Sebulan menjadi CPNS (Bagian 2)”

  1. “Suka Kawin” ya mas? hihihihi… akhirnya ^^
    Alhamdulillah deh kalo kamu betah di sini, keluargamu banyak kok di sini, satu DPPKAD semua lho mas, so don’t worry be happy. hehehe

  2. Mantap Wim, Insya Allah semua harus direncanakan “well prepare, Inysa Allah well result and Man purpose God dispose”.
    kalau mau usaha, Insya Allah itu juga keinginanku. so feel free to contact me in term of capital budget. heeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s